6 Kesalahan Besar yang Menjadi Pembunuh Bisnis

Ini salah satu pengingat diri yang gw dapat di awal banget dari ceramah bisnis Pak Heppy Trenggono, Pendiri IIBF (Indonesian Islamic Business Forum) dan Pemilik perusahaan kelapa sawit, Balimuda Group sekitar 4/5 Tahun lalu.

Berikut ini 6 kesalahan besar yang menjadi pembunuh bisnis (Business Killer):

1. Terlalu Terobsesi pada Produk/Ide

Terlalu terfokus pada produk sehingga mengabaikan pasar. Menurut Pak Heppy, produk/ide bagus hanya 1% dari faktor sukses. Yang paling penting adalah “Bagaimana Anda Melakukan Bisnis”.

2. Speed (Kecepatan)

Speed is not your friends, especially for beginners (Kecepatan bukanlah teman, terutama untuk pebisnis pemula). Terburu-buru menjadi besar tanpa disertai ilmu bisnis yang memadai dapat menyebabkan kehancuran bisnis yang menyakitkan. Perkecil resiko meskipun untuk hasil besar.

3. Technical Success

Jika Anda sangat menyukai atau sangat jago akan suatu hal jangan buka bisnis berhubungan dengan hal tersebut karena Anda akan menyita waktu mengurusi hal-hal teknis saja sehingga pengelolaan bisnis terabaikan.

4. Optimisme yang Berlebihan

Optimisme yang berlebihan merupakan perwujudan sifat terburu nafsu karena melihat tawaran bisnis yang menggiurkan. Biasanya bisnis yg ditawarkan to good to be true, keuntungannya super fantastis. Di situlah harus hati-hati, biasanya ada kesulitan yang tidak kita lihat. Karena business is intelectual sport, bukan nafsu. Jangan mainkan bisnis dengan emosional. Ketika kita mempertimbangkan bisnis, gunakan kalkulator, bukan perasaan.

5. Lack of Second Idea (Kurangnya Ide Kedua/Inovasi)

Lupa untuk melakukan inovasi. Padahal, kunci bisnis ada 2, marketing dan inovasi. Pasar selalu berubah, dunia berubah, kompetisi berubah. Sukses jaman dulu tidak menjamin sukses di masa depan. Jadi, mesti selalu berkomunikasi pada pasar.

menghitung bisnis itu pakai kalkulator bukan pakai perasaan

menghitung bisnis itu pakai kalkulator bukan pakai perasaan

6. Run Out Cash Flow (Tidak Ada Cash Flow)

OCF (Operating Cash Flow): cashflow dari hasil operasi merupakan cashflow yg paling penting. Sementara ICF (Investing Cash Flow) merupakan cash untuk membeli asset. Yang kita butuhkan adalah Free Cash (OCF – ICF), free cash inilah yang merupakan uang yang benar-benar bisa dinikmati. Sales naik, profit naik, tapi OCF minus, berbahaya. OCF yang selalu negatif merupakan tanda-tanda perusahaan menuju kehancuran.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Pak Heppy Trenggono

One Comment

Ardyan

Saya produsen pemula kerudung dan masih bingung bagaimana cara memasukan barang ke supermarket, tanah Abang dll bisa saya minta masukamnya

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *