AMONG KURNIA EBO: Mantan Wartawan, Sukses Bikin Bisnis Jalan-Jalan

Ternyata, jalan-jalan pun bisa mendatangkan penghasilan. Bukan sekedar hobi, tapi justru bisa mendatangkan hoki. Setidaknya, itulah yang kini dilakukan oleh Among Kurnia Ebo. Mantan wartawan yang pernah ikut selama 8 tahun dengan grup perusahaan media milik Dahlan Iskan Jawa Pos Group, kini punya bisnis travelling yang unik dan sukses dengan keunikan yg dilekatkan pada bisnisnya tersebut.

Mengapa bisnis travelling yang diterjuninya?

“Saya pikir Indonesia ini sedang tumbuh ekonominya. Kelas menengahnya makin banyak Itu pemahaman saya bertemu dengan berbagai kalangan selama jadi wartawan dulu. Ekonomi yang tumbuh memunculkan adanya kebutuhan baru dari kalangan kelas menengah. Mereka butuh hiburan dan memuaskan hobinya. Salah satunya orang ingin travelling karena ingin melihat dunia lain, hal-hal baru di negara lain, dengan cara jalan-jalan mengunjungi tempat itu. Atas dasar inilah saya membuat bisnis travelling ini,” tandasnya.

Hanya, kemudian terpikir bagaimanakah kira-kira ttravelling yang bisa lebih memuaskan kelas menengah ini? Itu yang kemudian jadi pikirannya. Akhirnya, ia mengajak seorang penulis buku backpacker Matatita Suluh Pratita untuk membuat konsepnya. Setelah matang kemudian diluncurkan dalam bentuk travelling gaya backpacker.

“Alhamdulillah sejak 2012 lalu sambutannya luar biasa. Banyak yang merasa amazing dengan konsep travelling kita yang memang unik. Pesertanya bahkan banyak yang sudah sering ikut paket tour, tapi justru baru puas setelah ikut gaya kita,” jelas Ebo.

Di mana uniknya yang kemudian bikin banyak orang puas itu? Ya, bisnis tour and travel sudah banyak memang. Kalau mau menggaet hati peminat tentu yang ditawarkan haruslah berbeda. “Nah disitu kuncinya, saya hanya mengambil travelling ke Eropa dan gayanya kita bikin ala backpacker, gaya bebas, rock n roll. Dan ternyata banyak yang suka gaya jalan-jalan yang merdeka seperti itu. Peserta dibiarkan keluyuran sendiri selama di sana,” tandasnya.

Travelling yang ditawarkan lelaki asal Lamongan ini memberikan beberapa destinasi. Bisa Eropa Barat saja, Bisa Eropa Timur saja, bisa kombinasi Eropa barat dan Eropa timur. Perjalanan selama 10 hari untuk 5 negara. Misalnya, untuk agenda travelling Musim Semi (Eurospring) 5-15 April mendatang, Ebo menawarkan rute ke dua negara Eropa barat dan tiga Eropa timur, yakni Paris, Amsterdam, Wina, Praha, dan Bratislava. Sedang untuk musim gugur di bulan Oktober mendatang, Ebo mengajak mengunjungi London, Spanyol, Portugal, dan Swiss. Tiap dua bulan sekali destinasinya berubah-ubah

“Karena ala backpacker, polanya kita bikin beda. Hari pertama, peserta city tour jalan bereng, ramai-ramai, fotonya sama semua. Nah, hari keduanya kita bebaskan ke mana saja mereka suka. Yang mau belanja silakan belanja seharian, yang mau nonton bola silakan nonton bola, yang suka musium silakan ke musium, yang suka susur sungai silakan menikmati keindahan Eropa dari kanal-kanalnya. Yang penting malam sudah balik hotel, peserta sudah kita bekali peta,” ujar Ebo

Dengan demikian, lanjutnya, semua peserta tour akan puas dengan passion masing-masing. Selain itu, setiap peserta akan mempunya cerita sendiri-sendiri, foto yang berbeda, dan pengalaman yang berbeda. Jadi, meski sama-sama ke Eropa,mengunjungi negara yang sama-sama, foto-foto yang mereka miliki tidak kana ada yang sama,” tandasnya.

Satu hal lagi, selama melakukan city tour peserta tidak dinaikkan bus pariwasata. Tapi diajak gaul dengan penduduk lokal. Karenanya, sarana transportasi yang dinaiki adalah bus kota, kereta, trem, bahkan ojek. “Supaya kita bisa merasakan secara langsung aktivitas penduduk asli itu seperti apa kesehariannya. Bisa ngobrol selama perjalanan, bisa merasakan sendiri bagaimana membeli tiket bus dengan mesin, bagaimana membaca peta dan menentukan arah kereta, dan seterusnya. Intinya, experience, kita menjual “pengalaman” ke peserta, dan itu menjadi sangat personal sifatnya. Tidak ternilai dengan uang seberapa pun,” jelasnya.

tour eropa backpacker ala Among K Ebo

tour eropa backpacker ala Among K Ebo

Selain menawarkan paket tour backpackernya ini ke masyarakat umum secara terbuka lewat sosmed, Ebo juga menawarkannya ke organisasi, instansi, atau perusahaan. “Ada beberapa perusahaan yang ingin memberikan hadiah jalan-jalan kepada para manajernya atau agen-agen terbaiknya dengan paket travelling ke Eropa. Kita handel mereka secara eksklusif tapi tetap dengan gara rock n roll. Mereka diberi kebebasan, bebas merdeka mengeksplor sudut-sudut setiap negara yang dikunjunginya,” ungkapnya.

Jika Anda ingin tahu bagaimana uniknya perjalanan ke Eropa ala bacpacker ini, Anda bisa mengunjungi website-nya di www. amongkurniaebo.com. Atau bisa juga bertandang di kantornya di Jalan Langenarjan Kidul 13 Kraton Yogyakarta. Yang jelas, Ebo menawarkan acara jalan-jalannya ke Eropa itu dengan cara yang mudah, murah, nyaman, merdeka, dan sensasional. “Bahkan, biayanya bisa dicicil kayak haji dan umroh lho,” tandasnya.

Untuk setiap tour backpackernya ini, Ebo hanya membatasi 20 orang saja setiap bulannya. Tidak lebih. Karena dia mengejar pada kualitas perjalanan. Supaya antar satu dan lain peserta bisa terjalin keakraban yang lebih dekat, katanya. Rata-rata untuk dua minggu perjalanan, peserta hanya dikenai biaya tour 2.200 Euro saja. Sedangkan, urusan Visa Schengen yang sering di tour umum gagal di approve oleh Embassy, selama ini di groupnya belum ada yang direjek.

“Semua pasti berangkat ke Eropa. Karena kita jumlahnya dibuat sedikit, maka saat wawancara di embassy dan persiapan berkas-berkasnya, benar-benar kita pandu sampe valid. Jangan sampai ada sedikit pun kesalahan yang bisa menyebabkan Visa Schengen tidak lolos di Kedutaan,” jelasnya.

sabun cair goats milk Aneila