Artikel Bisnis: Anda Takut Naik Pesawat Terbang?

Seringkali saya ditanya… pak bisnis apa yang bagus saat ini… yang resikonya kecil untungnya besar. Hmm… pertanyaan otak kiri, tidak mau ketemu mahluk yang namanya RESIKO. Pertanyaan lucu buat saya, kenapa? Karena tanpa Anda sadari sesungguhnya Anda hidup dikelilingi oleh sang Resiko, setiap hari, setiap saat. Masa sih…?

Coba perhatikan… dari rumah pergi kekantor naik mobil, resikonya kecelakaan, masuk rumah sakit bahkan mati. Naik pesawat terbang, enteng aja Anda naiknya… padahal resikonya jatuh trus mati. Yang resikonya mati saja Anda berani, sekarang buka bisnis yang resikonya cuma kehilangan uang bukan nyawa koq Anda tidak berani, kan lucu… lebih lucu lagi bahkan sama bisnis yang tidak ada resikonya-pun Anda masih tidak berani…

Seorang teman ditawari kelola kios untuk dagang, gratis, plus barang dagangannya disupply… tinggal dagang aja masih nggak berani… takut nggak laku katanya… Padahal kalau nggak lakupun sebetulnya bukan resiko-nya dia…

Tahun 2001 adalah tahun kebimbangan saya saat itu, kenapa? saya sedang dalam posisi bingung mempertimbangkan apakah saya harus tetap kerja melanjutkan karir atau berhenti dan memulai karir sebagai pengusaha. Ditengah kebimbangan tersebut, suatu hari saat saya sedang melamun selesai makan siang, tiba-tiba saya ketemu seorang sahabat lama. Setelah berbincang-bincang sekedarnya dia bertanya pada saya. “Kenapa kamu? kelihatannya seperti orang bingung…”, tanya dia. Saya jawab apa adanya, saya bilang saya sedang di persimpangan untuk memutuskan berhenti kerja atau tidak.

 

“Saya mau tanya sama kamu, kalau kamu terus kerja, apakah ada kemungkinan kamu sukses berkarir?”, tanya dia.

“Pasti ada..”, jawab saya.

“Kemungkinan kamu dipecat kena PHK atau perusahaan tempat mu bekerja bangkrut?”, lanjut teman saya.

data base toko online 1nop-2des17

“Ada juga kemungkinan itu”, jawab saya.

“Nah, kalau kamu jadi pengusaha, mungkinkah kamu jadi pengusaha sukses?”, tanya temen saya lagi.

“Oh..saya yakin bisa…”, jawab saya optimis.

“Kalau bangkrut?”, tanya dia.

“Ya ada sih…tapi saya yakin bisa…”, jawab saya agak heran.

“Nah…kenapa musti pusing mikirin mana yang paling baik…nggak ada bedanya koq…”

Anda berani naik pesawat, bahkan tidak cuma sekali…walaupun Anda tahu resikonya mati karena Anda yakin resiko itu sudah bisa dikendalikan atau diminimalkan. Tapi walaupun begitu bukan berarti tidak ada resiko kan? Karena yakin sudah diminimalkan, kalau pinjem istilah Aa Gym “menyempurnakan ikhtiar” misalnya pasang safety belt, tidak ngebut… dsb Anda menjadi yakin dengan apa yang anda lakukan walaupun resikonya nyawa sendiri. Sisanya kita tinggal berdoa…  diberi keselamatan…nah kalau itu sudah urusan yang di Atas.

Saya pikir dalam menghadapi bisnis juga sikap kita harus sama, apalagi kalau di bisnis resiko yang ditakutkan kebanyakan hanyalah masalah uang.

Kalau Anda amati contoh “naik pesawat” di atas, yang membuat kita berani ambil resiko adalah keyakinan kita yang kuat. Nah di bisnispun sama… dengan memupuk keyakinan yang kuat, maka resiko itu akan menjadi tidak terlihat…

Seorang mentor bisnis terkenal pernah mengatakan: Bisnis itu 80% keyakinan 20% strategi… Saya sependapat dengan itu. Jadi, jangan cari bisnis apa yang bagus, tapi bagaimana membuat bisnis kita menjadi bagus.

Lalu, bagaimana meminimalkan Resiko Rugi? Jangan lupa Zakat dan Sedekah…. Nah, bagaimana dengan Anda…?

http://www.semuasaudara.com/motivasi/2009/04/sang-resiko/

38 Comments

anax kolonx

aku ska wktu kalimat “jangan cari bisnis apa yang bagus, tapi bagaimana membuat bisnis kita menjadi bagus” 🙂
keren,,,,buat stts fb ah,,,hehe 😀

Reply
Bengkel SMS

anax kolonx: “jangan cari bisnis apa yang bagus, tapi bagaimana membuat bisnis kita menjadi bagus”

ini om bob bukan ya? tetap setia di jalur agrobisnis termasuk tidak mau buka cabang di kota2 lain

Reply
remind

Ketika kita mengawali dengan ketakutan-ketakuan sejatinya ketakutan-ketakutan itu sendiri yang sedang kita wujudkan, yakin dengan apa yang kita kerjakan…Lakukan sekarang atau tidak sama sekali…(remind_solo@yahoo.com)

Reply
KIKIS

betul, bos, buat apa mikirin bisnis bagus kalo kita nggak mbagusin bisnis kita sendiri, biarlah sekitar kita masih terus berpikir bisnis apa ya bisnis apa ya, buat kita yang penting adalah action action action, ya nggak bos ? Salam wira usaha…

Reply
puns81

terima kasih artikelnya, sungguh sangat tergugah untuk membuka usaha. Saya dari dulu sebetulnya ingin membuka usaha, tetapi ada beberapa kendala yaitu :
1. Setiap saya ingin membuka usaha, istri saya selalu bilang “ayah nanti aja dulu, kan bunda belum jadi PNS (guru)belum settle, takutnya kalau buka usaha sekrang, terus bunda belum settle (jadi PNS) akan lebih sulit” dia bilang tunggu 2012 baru lulus kuliah dan ikut cpns langsung karna memang dia pinter orangnya.

2. saya masih punya cicilan motor sampai mei 2011. dan gaji saya pas pasan. gak ada buat modal usaha.

3. saya ingin keluar dari perusahaan tapi saya masih punya beban moral karna perusahaan mengizinkan saya untuk kuliah, artinya kerja saya banyak bolongnya. serta sekarang saya disuruh kursus pajak.

4. Istri saya sedang mengandung 5 bulan, kalau saya keluar kerja. gimana persiapan kehamilan kami nanti. (cemas juga nih)

ada 4 hal yang sekarang ini mengganjal niat saya menjadi pengusaha, mungkin teman-teman bisa memberikan saran, langkah apa yang harus saya tempuh agar keinginan saya ini terwujud. Please

terima kasih atas keseidaannya untuk membaca uneg2 saya

Pupun P

Reply
admin

Mas Pupun: jadi wirausaha itu gampang, jalankan apa yg bisa dijalankan, gak mesti mundur dari kerjaan juga kok….sekarang bahkan berbisnis gak perlu keluar ruamah bisa juga….
dengan teknologi yang sangat maju, telepon, BB, internet, FB, semuanya bisa dijadikan tools untuk memulai bisnis tanpa harus resign dari kerjaan….
tinggal kitanya, mau apa enggak sedikit kerja ekstra….

Reply
Agung

setuju dengan pendapat admin. saya juga mulai memanfaatkan media internet untuk usaha. apalagi dengan maraknya jejaring sosial. itu juga bisa dimanfaatkan.

Reply
joko cakti

puns81: terima kasih artikelnya, sungguh sangat tergugah untuk membuka usaha. Saya dari dulu sebetulnya ingin membuka usaha, tetapi ada beberapa kendala yaitu :
1. Setiap saya ingin membuka usaha, istri saya selalu bilang “ayah nanti aja dulu, kan bunda belum jadi PNS (guru)belum settle, takutnya kalau buka usaha sekrang, terus bunda belum settle (jadi PNS) akan lebih sulit” dia bilang tunggu 2012 baru lulus kuliah dan ikut cpns langsung karna memang dia pinter orangnya.2. saya masih punya cicilan motor sampai mei 2011. dan gaji saya pas pasan. gak ada buat modal usaha.3. saya ingin keluar dari perusahaan tapi saya masih punya beban moral karna perusahaan mengizinkan saya untuk kuliah, artinya kerja saya banyak bolongnya. serta sekarang saya disuruh kursus pajak.4. Istri saya sedang mengandung 5 bulan, kalau saya keluar kerja. gimana persiapan kehamilan kami nanti. (cemas juga nih)ada 4 hal yang sekarang ini mengganjal niat saya menjadi pengusaha, mungkin teman-teman bisa memberikan saran, langkah apa yang harus saya tempuh agar keinginan saya ini terwujud. Pleaseterima kasih atas keseidaannya untuk membaca uneg2 saya
Pupun P  

tentukan dulu goalnya or tujuan baru jalani klo belon ketemu mimpikan dulu pasti dapet ide n ilangin rasa takut

Reply
xxx

Coba perhatikan… dari rumah pergi kekantor naik mobil, resikonya kecelakaan, masuk rumah sakit bahkan mati. Naik pesawat terbang, enteng aja Anda naiknya… padahal resikonya jatuh trus mati. Yang resikonya mati saja Anda berani, sekarang buka bisnis yang resikonya cuma kehilangan uang bukan nyawa koq Anda tidak berani, kan lucu… lebih lucu lagi bahkan sama bisnis yang tidak ada resikonya-pun Anda masih tidak berani…

Reply
coize

Artikel di atas sudah bisa memberikan motifasi pada saya. di tengah kebimbangan untuk mencoba dunia usaha setelah saya lulus tahun depan.saya selalu takut dengan resiko yang akan saya hadapi nanti,karena tidak ada dukungan dari keluarga. padahal keinginan saya untuk membuka usaha begitu besar.semoga setelah membaca artikel ini saya menjadi lebih berani untuk menghadapi resiko dalam usaha saya nanti.

Reply
ganda

Hidup itu adalah pilihan, setiap individu bertanggung jawab atas dirinya sendiri karena pilihannya, “apa pilihan anda”

Reply
Busana Anak

Banyak orang bilang dia Tidak Bisa, padahal Dia Tidak Mau.
Tidak Bisa dan Tidak Mau adalah dua hal (sangat) berbeda Klo mau (pasti) bisa, klo bisa tapi tdaik mau … TIDAK AKAN PERNAH BISA …
Dia bisa, kenapa kita tidak bisa, wong makannya sama2 nasi kok …
Salam Sukses Selalu

Reply
bakhtiar...

saya sudah pnya usaha dan berkeluarga….saya dah punya modal mw buka usaha lagi…tapi saya belum punya rumah sendiri..sekarang masih ikut ortu…
pertanyaanku mana yg harus didahulukan uange buat beli rumah apa buka usaha lagi yg belum pasti berkembangnya….

Reply
admin

Silahkan didahulukan yang paling penting. Usaha bukan melulu masalah modal UANG kok……
Semoga memperoleh jawaban atas pilihannya.

Reply
Dina

Saya bekerja sebagai PNS uda 5 thn. Begitu lulus kuliah langsung kerja…

Tapi, kini saya pingin menjadi wirausaha, biar saya bisa leluasa beribadah kpd Allah dan bisa lebih banyak bekerja untuk kebaikan masyarakat dan lingkungan (social activity that helps improve the marginal society) tapi gak tau mo bisnis apa krn gak punya modal (tiap punya duit/gajian) biasanya abis buat sedekah ato nolongin sodara yang kesulitan, jdnya kerja 5 taon gak pernah bisa nabung) Tapi saya gak pernah nyesal (sedekah kog disesali, gak lucu khan ?)…

Selain ketiadaan modal, kendala lain terletak pada ketiadaan dukungan keluarga…Mana ada orang tua rela kalo anaknya melepaskan pekerjaan sebagai pegawai negeri ? itu artinya melepaskan tunjangan dan pensiun, padahal saya sendiri gak merasa “berat” begitu. Lha wong yg ngasih saya rejeki khan Allah, bukan negara…

Tapi, kalo saya melanggar nasehat orangtua, saya takut nyesal juga. Saya sendiri udah gak ingin melanjutkan karir sbg pegawai negeri…

Dilema khan ?

Reply
admin

semua tidak perlu dilepaskan serta-merta……
banyak jalan jika memang niat, kalau mau dicari, alasan ada beribu bahkan jutaan alasan. Hidup hanya sebuah pilihan, dan semuanya tergantung di tangan masing-masing…jadi gak perlu harus bingung. Banyak cara untuk tetap pada tauhid dan tetap pula patuh pada nasehat ortu. Tidak sedikit kok contohnya PNS yang berbisnis, dan sukses!

Reply
wahyu

artikelnya bagus mas….aku udh punya usaha warnet (kecil sih) tp alhamdulillah hasilnya cukupla untuk mkn shari2, udh jalan 3 thn.yg jd mslh aqu tuh pengnnya ngembangin ush tpi terbentur masalah biaya.mo pinjam di bank gx ada jaminan, mo pinjem di kawan gx ada yg percaya….sobat semua ada yg punya dana lebih gx…bantuin aq dong soal dana tuk ningkatin usahaku. pembayarannya aku akan bayar secara angsuran setiap bulannya ……… please dong….mhn info ke wahyu_pas@yahoo.co.id makasih sblmny.

Reply
atun

saya seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak usia SD, saya karyawan di PTS di Purwokerto, suami nganggur karena bosnya bangkrut dan masuk bui. Saya kepingin sekali punya usaha sendiri, lagi sering cari-cari info di internet. Apakah anda punya saran untuk saya.

Reply
amin susanto

atun: saya seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak usia SD, saya karyawan di PTS di Purwokerto, suami nganggur karena bosnya bangkrut dan masuk bui. Saya kepingin sekali punya usaha sendiri, lagi sering cari-cari info di internet. Apakah anda punya saran untuk saya.  

Reply
amin susanto

dimana-mana orang penginya jadi PNS,habis enak sih kerjanya,berangkat jam 7 pagi jam 2 udah dirumah.. malah kadang jam 10pagi udah mejeng di mall…
itu sekedar uneg-uneg saya aja… kepada rekan2 tolong dunk aku dibantu,dimana bisa didapatkan alamat pengrajin sepatu yg berada di daerah JATENG? karena saya ingin memulai bisnis sandal & sepatu.
thanks
amin susanto ( pemalang )

Reply
arif

mas amin..kalau tertarik silahkan berkunjung ke delanggu HTS Leather tepatnya, selatan pasar dlanggu, samping kiri masjid/selatannya masjid dlanggu..dijamin puas

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *