Berbekal Seadanya, Kini Sukses Bisnis Pecel Lele Beromset Milyaran

Ini cerita Mas Among Kurnia Ebo ketika berkunjung ke Bandar Lampung. Inspiratif!

Sederhana saja, langsung ACTION

Ternyata banyak orang yang berpikir rumit dalam hidupnya, meskipun untuk hal-hal yang sebenarnya sangat sederhana…
Ibarat orang mau buka bisnis, terlalu banyak mikirnya dan terlalu sering ngitung analisa usahanya, sehingga bisnisnya nggak buka-buka karena nggak melakukan action apapun….Hanya sibuk diksusi dan berdebat tentang prospeknya, masa depannya gimana, peluang suksesnya gimana, dan seterusnya gimana…

Akhirnya sadar telah kalah sama penjual pecel lele lamongan yang datang merantau ke sebuah kota kecil dan langsung buka tenda, tanpa banyak mikir, dan menjual apapun menu andalannya yang dia bisa…
Tanpa terasa tahun berganti, tendanya sudah bertambah, dan sekarang sudah punya 7 cabang yang rata-rata omset per harinya di setiap cabangnya mencapai 10 juta rupiah…

dan coba hitung, dalam sebulan omsetnya menembus angka 2 milyar…

Secara bergurau saya bertanya kepada ownernya. Bu Lik, saya orang Lamongan lho. Ini mau tanya: bisnis kulinernya hebat ya. Ngitung BEP nya gimana?

Ini cara paling simpel ngitung BEP dan ROI

Pengen tahu jawabannya?

Begini….
Dulu saya dan suami datang ke sini cuma modal baju yang di badan. Kemudian dengan uang yang ada membangun tenda sedanya. Jualan pecel lele seadanya. Yang penting kami jualan dan jualan setiap harinya. Mula-mula langganan kami cuma sopir truk, tapi belakangan berganti mahasiswa dan orang bermobil. Sekarang omsetnya sebulan 2 sampai 3 milyar, Dik…

Kalo ngitung BEP nya ya tinggal diitung, 3 milyar dikurangi dengan selembar pakaian dan satu terpal tenda, lima tahun yang lalu….

Nggak tau ya, itu sudah BEP apa belum….

Kami tak pernah mengitungnya dan bahkan tak pernah memikirkannya….

Yang penting terus mengembangkan dan mengembangkan usaha ini…

Dari sini juga saya bisa menyekolahkan anak-anak saya sampai S-2 dan salah satunya menjadi dokter…

Hemmmmmmmmm….

Jadi Merasa Bodoh

Tiba-tiba teringat suasana kelas saat masih belajar wirausaha. Sebagian besar kami masih sibuk mikir analisa usaha dan mendiskusikannya. Sedang ibu dari Lamongan yang hanya tamatan SMP ini setiap hari sudah menghitung omset puluhan juta rupiah…

Rasanya, semakin bodoh saja, rasanya semakin banyak saja ingin berguru pada entrepreneur-entrepreneur jalanan seperti si ibu ini.

Mereka berhasil menyederhanakan cara berpikir yang rumit menjadi simpel, dan hasilnya justru sangat spektakuler….

Bagaimana menurut teman-teman semua?
Apakah benar kita harus selalu bodoh dan selalu lapar, supaya kita semakin cepat sukses seperti orang-orang itu?

?

Among Kurnia Ebo
Among Kurnia Ebo

 

Note:

Saat berkunjung ke Bandar Lampung. Terkagum-kagum dengan kehebatan seorang ibu dari Lamongan yang kini bisnis pecel lelenya menggurita. Salahsatunya ada di dekat GOR Bandar Lampung.

*Seperti yang ditulis oleh Among Kurnia Ebo di Facebooknya….

 

12 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.