Bisnis Ibu Rumah Tangga: Omset Ratusan Juta Dari Baju Menyusui

Siapa bilang ibu rumah tangga gak bisa sukses berbisnis? Ini contohnya, 2 orang mahmud (mamah muda) dari bandung ini, berhasil membangun bisnis beromset ratusan juta perbulan, dalam kapasaitasnya sebagai ibu rumah tangga. Kreatifitas keduanya menghantarkan mereka pada level lebih baik sebagai mamah muda yang berbisnis. Ya, benar-benar bisnis ibu rumah tangga, karena yang mereka jualpun adalah kebutuhan dasar buat ibu rumah tangga.

Sebuah upaya yang awalnya bertujuan menyelesaikan problem pribadi, kalau digeluti dan dikembangkan dengan baik, bisa menjadi bisnis yang aduhai. Tengoklah apa yang dialami Bintan Sholihat dan mitra bisnisnya yang dikenalnya sejak kuliah di Institut Teknologi Bandung, Dwi Yulia Nurbani. Sebagai ibu muda, Bintan dan Dwi merasakan betul betapa repotnya menyusui di tempat umum. Terkadang si bayi telanjur menangis minta air susu ibu (ASI), tetapi tentu tak pantas menyusui di muka umum tanpa kain penutup. Karena itulah, dua sekawan ini berinisiatif membuat pakaian yang didesain khusus untuk ibu menyusui agar nyaman memberikan ASI di tempat umum.

Awalnya Justru Mencari Solusi Untuk Diri Sendiri

Bintan-Dwi lalu sepakat meluncurkan NyoNya Nursing Wear (NNW). “Awalnya, ide membuat brand baju hamil dan menyusui datang dari kebutuhan pribadi. Pelanggan pertama ya kami sendiri. Tetapi, ternyata banyak ibu lain yang terbantu. Mereka ingin tetap tampil cantik dan stylish saat menyusui,” ungkap Bintan.

Bintan, Ibu rumah tangga ini Sukses Berbisnis Baju Menyusui

Bintan, Ibu rumah tangga ini Sukses Berbisnis Baju Menyusui

Saat mencari konsep dan pemasok bahan, baik Bintan maupun Dwi berpanas-panas ria menyusuri Jalan Otista, Bandung. “Browsing sana-sini untuk desain baju, sambil menahan mual dan pusing yang luar biasa karena sedang hamil muda. Kami hunting bahan,” ujar Bintan mengenang.

Setelah konsep digarap dalam tiga bulan, NNW resmi diluncurkan pada Februari 2014.

Produksi NNW dipusatkan di Bandung. Dalam menjalankan bisnis ini, Bintan dan mitranya berbagi modal sama rata, 50:50. “Modal awal kami tidak besar karena kami membelanjakan pos yang esensial saja. Setelah launching, baru kami suntik sedikit demi sedikit, bertahap,” ungkap kelahiran 15 Juli 1987 ini.

Strategi: Kekuatan dan Keunikan Produk

Strategi utama untuk menjual NNW adalah kekuatan produk. “Produk kami buat sesempurna mungkin mencakup aspek kenyamanan, estetika dan privasi. Kami berusaha tetap catch up dengan tren fashion terbaru supaya desain baju kami stylish dan fashionable,” kata Bintan. Untuk titik penjualan, mereka mengandalkan kekuatan media online. “Konsep kami memang online dan berjualan melalui website (www.nyonyanursingwear.com) dan Instagram (@nyonya_nursingwear),” ujar Bintan yang sebelumnya bekerja sebagai konsultan di Pricewaterhouse Coopers Indonesia.

Tak mengherankan, sampai saat ini NNW belum punya toko offline. Namun, NNW juga bekerja sama melalui pola konsinyasi dengan beberapa pemilik toko maternity wear di Bandung dan Jabodetabek. Sebut contoh, di Jakarta dengan Hot Momma di Mal Cinere dan Nenen Shop di Plaza Pondok Indah. Sementara di Bandung dengan Moms To Be. Pola konsinyasi juga dikembangkan dengan pengelola toko online www.babyzania.com dan www.hijup.com.

Kuncinya: Jadi Solusi

Menjadi solusi permasalahan, bisnis ini berkembang terus.Sejauh ini tanggapan konsumen terhadap NNW sangat baik. “Awalnya kami hanya memproduksi 300 potong baju per bulan, sekarang sudah 10 kali lipatnya,” ungkap Bintan. Pada 2014, sejak awal peluncuran hingga akhir tahun, omset hampir menembus angka Rp 1 milliar. Sementara di 2015 omset rata-rata Rp 200 juta/bulan.

Tania Putri, ibu muda yang juga seorang presenter, adalah konsumen setia NNW. “Saya awalnya tahu dari hastag di Instagram,” katanya. Dia membeli karena selain modelnya lebih fashionable, kualitasnya juga bagus. Sejauh ini dia sudah membeli enam item NNW.

Berbekal kesuksesan NNW, Bintan dan Dwi sejak Ramadan 2015 berani meluncurkan beberapa merek baru: NyoNya Luxe sebagai sub-brand NNW; lalu NyL yang fokus pada baju hamil dan menyusui formal seperti kebaya dan kaftan; serta MamiBelle dengan konsep dan target pasar yang berbeda dengan NNW.

“MamiBelle mengangkat tema nursing wear for all, bertujuan menyediakan baju menyusui berkualitas dengan harga terjangkau,” sebut Bintan, peraih gelar master bidang pembangunaan berkelanjuan dari Macquarie University, Sydney.

Menemukan Partnership yang Tepat

Yang menarik, belakangan Bintan mengelola bisnisnya dari Seoul, Korea Selatan, karena harus mengikuti suami yang sedang bertugas di Negeri Ginseng. “Kuncinya adalah the right partner. Dwi itu teman dari saat kuliah. Kami berdua memiliki skill yang berbeda namun saling melengkapi.

Dwi fokus bidang produksi dan customer relations, sedangkan saya business strategy and marketing. Saya bisa mengerjakan pekerjaan saya secara online dari Seoul dan Dwi fokus mengontrol produksi di Bandung. Tanpa partnership yang tepat, NNW tidak mungkin menjadi seperti sekarang,” tutur Bintan.

iklan sejak 19 Sept 2016 hingga 20 jan 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *