Artikel Archives

Pada artikel sebelumnya telah kita bahas bahwa kesalahan menterjemahkan informasi, dapat berakibat kita salah eksekusi. Sedikitnya ada 4 (empat) tindakan yang mungkin bisa keliru dilakukankarena kesalahan entrepreneur dalam menterjemahkan informasi bisnis. Ke-4 hal tersebut adalah:

  1. Kerjasama: Keliru mengeksekusi kerjasama dengan orang yang tidak tepat
  2. Investasi: Keliru menanamkan investasi karena tergiur hasil instan (dari informasi yang salah)
  3. Waralaba/Franchise: Keliru mengeksekusi pembelian waralaba karena tersihir oleh trend
  4. MLM: Keliru mengikuti bisnis MLM karena ajakan teman yang bertubi-tubi, padahal logika bisnisnya tidak ada

Oke, kita bahas poin pertama yaitu:

Kerjasama  : Keliru mengeksekusi kerjasama dengan orang yang tidak tepat

Sebuah bisnis adalah kerjasama. Baik itu kerjasama dengan sesama pemilik bisnis, kerjasama dengan pelanggan, maupun kerjasama dengan suplier atau distributor. Gak ada bisnis yang bisa berjalan tanpa kerjasama dan bantuan orang lain. Gawatnya, banyak kerjasama berakhir dengan perpecahan, bahkan bencana. Kerjasama yang seperti apa yang keliru? Simak terus ya…. Read the rest of this entry

Informasi Bisnis harus dicermati dengan baik, agar tidak salah memutuskan.

Informasi Bisnis harus dicermati dengan baik, agar tidak salah memutuskan.

Kekeliruan dalam pengambilan keputusan akan sangat berakibat fatal bagi bisnis dan masa depan kita. Informasi-informasi yang ada di sekitar kita benar-benar harus difilter sedemikian rupa. Kemampuan menangkap ‘sesuatu’ dari setiap informasi, sering disebut sebagai ‘insting bisnis’. Kabar baiknya, kemampuan ini dapat diasah dan dilatih seperti kemampuan-kemampuan lain.

Kekeliruan kita memahami informasi bisnis dapat berlanjut pada kekeliruan lain yang bisa menempatkan kita pada tepian jurang kegagalan. Jika Pada artikel sebelumnya, kekeliruan masih pada tahap mindset atau pola pikir, maka pada artikel ini, kekeliruan yang kita lakukan dapat berakibat fatal dan langsung. Read the rest of this entry

Berani Berpikir berbeda...

Berani Berpikir berbeda...

Hampir semua kita menghabiskan minimal 12 tahun bersekolah. Apakah sekolah penting?  Ya jelas penting.

Lalu, mengapa bersekolah?  Untuk menuntut ilmu.

Mengapa jawaban bersekolah untuk menuntut ilmu itu benar? Karena sekolahan memberikan pelajaran kepada kita secara sistematis, secara bertahap. Mengapa harus sistematis? Agar kita pun mampu berpikir sesuai urutan sistem yang logis. Ya, secara sadar atau tidak, kita kini sangat menjadi logis, sistematis dan realistis dalam berpikir dan mengmabil tindakan. Itu hasil dari sekolah. Cara berpikir sistematis dan logis inilah yang membedakan kita dengan orang-orang yang tidak pernah bersekolah. Tidak bisa disangkal, berpikir logis dan sistematis adalah baik. Namun bisa menjadi tidak baik jika kita keliru bertindak karena tradisi yang “harus” logis ini.

Karena pada kenyataannya, tidak semua kejadian dapat dijelaskan dengan pola pikir logis dan sistematis.

Bagaimana bisa cara berpikir seperti itu menjelaskan popularitas seorang “Norman Kamaru”, atau “Ayu Tingting” atau “Shinta dan Jojo?”

Bagaimana pula kita bisa menjelaskan bencana yang datang tiba-tiba secara tidak sistematis? Bagaimana pula kita bisa menjelaskan novel Laskar Pelangi  bisa jadi demikian fenomenal, padahal Andrea Hirata, si penulisnya tidak pernah  mengirimkan naskah itu ke penerbit?. Read the rest of this entry

Page 1 of 141234567891011121314