Wednesday, October 26th, 2011 at 00:08
Tidak juga memulai usaha?
Alasannya, tidak punya uang untuk modal?
Itu bukan alasan sebenarnya, menurut saya, sebenarnya TIDAK BERANI MEMULAI SAJA!
Banyak cara untuk mengatasi problem modal UANG ini. Cara Bisnis Tanpa Modal: misal, kita ambil barang dari supplier. ijazah kita sebagai jaminan. Terus, jualin tuh barang & ambil selisihnya…
Jadi, jangan lagi berkeluh-kesah: usaha itu perlu modal, modal, modal…
Mulai saja dari yang kecil & segera. Siaaaaaaaap?
Atau kalau mau ide-ide bisnis yang nyaris gak pakai uang, silahkan cek dan klik aja DISINI.

Pasar Terapung, Contoh Solusi Sederhana Masyarakat Tradisional
Salah satu pandangan keliru pada sebagian orang yang ingin memulai usaha tapi tak juga berani melakukan apapun untuk mewujudkannya, adalah karena mereka yakin kalau memulai usaha itu harus punya uang tunai sebagai modal awal usaha terlebih dulu.
Itu keliru besar!
Baca terus, untuk lebih mengetahui….
Read the rest of this entry
Tuesday, September 13th, 2011 at 19:32
Om Bob Sadino bilang belum dapat disebut Sukses jika seseorang belum mengalami kegagalan berkali-kali. Jatuh berkali-kali. Setelah merasakan sakitnya gagal, bangkit, dan tahu nikmatnya berhasil, saat itulah ia baru tahu maknanya Sukses!
Jamil Azzaini bilang disebut Pelaut Ulung jika ia telah melewati hantaman ombak yang tinggi berkali-kali karena pelaut ulung tidak pernah lahir dari ombak yang tenang
Maka, baru bisa disebut Pebisnis Ulung adalah jika telah berhasil melewati masa-masa sulit, jatuh, gagal, dan bangkrut berkali-kali tapi bisa selalu bangkit dan bangkit lagi tanpa kenal kata menyerah sampe sukses benar-benar teraih.
Jadi, jika kita tidak pernah mengalami masa-masa gagal dan tidak pernah bangkit lagi sampe kemudian meraih sukses bagaimana mungkin bisa disebut Pengusaha Hebat?
Berterimakasihlah pada kegagalan-kegagalan yang terjadi, ditipu orang, dikomplain pelanggan, tertimpa rugi bertubi-tubi, hampir kolaps, dicibir teman, keluarga dan saudara… Berterimakasihlah pada mereka karena itu adalah Vitamin sekaligus Leverage bagi kita untuk menuju SUKSES yang sesungguhnya… Read the rest of this entry
Friday, August 19th, 2011 at 11:31
Oleh Rhenald Kasali*
Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa
berapa orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata
hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang
sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90%
mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti
mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal.
Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa
PR dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan
memberi tugas mengurus pasport. Setiap mahasiswa harus memiliki “surat
ijin memasuki dunia global.”. Tanpa pasport manusia akan kesepian,
cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua
minggu kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya pasport. Read the rest of this entry