Sunday, December 25th, 2011 at 08:42

Kampung Wirausaha di tabloid....
Mengapa harus memahami hal ini? Kan keduanya sama-sama menghasilkan?
Ya, berbisnis dan berdagang adalah sama-sama menghasilkan, yang membedakan adalah mindsetnya. Kita perlu memahami hal ini agar tidak melakukan kekeliruan lanjutan dalam menjalankan usaha kita. Okey, kita mulai saja ya…..
Siapa sangka bahwa teori ekonomi dan prinsip ekonomi yang kita pelajari di sekolah ternyata tidak mampu membuat kita bisa membedakan makna antara : “DAGANG” dan “BISNIS”. Padahal, pengertian mengenai makna kedua kata itu harusnya menjadi ILMU DASAR yang harus dikuasai setiap orang untuk mengentaskannya dari kemiskinan.
Kita sering keliru memahami bahwa bisnis itu ya..dagang, atau dagang merupakan bagian dari bisnis. Padahal keduanya sangatlah berbeda. kita hanya diajarkan dan memahami bahwa berDAGANG dan berBISNIS itu adalah melakukan usaha untuk mendatangkan keuntungan. Ketidakpahaman makna sebenarnya dari dagang dan bisnis ini membuat kita yang memiliki tujuan mulia untuk berbisnis, justru terjerumus menjadi BERGADANG eh, berdagang. Kita tidak pernah menyadari hal ini sampai merasakan bahwa hasil yang kita peroleh dari berjualan selama bertahun-tahun tidak pernah meningkat. Mimpi jadi konglomeratpun terpeleset jadi tetap melarat. Read the rest of this entry
Wednesday, December 21st, 2011 at 15:21

Hadapi segala rintangan dan tantangannya!
Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya: Dari Jakarta ke Surabaya Modal 44.000 Rupiah? Bisa!
APA SAJA YANG HARUS KITA PERSIAPKAN SECARA MENTAL UNTUK JADI SEORANG ENTREPRENEUR? Setidaknya ada 2 hal yang harus kita perhatikan:
1. Tujuan Inti dari Berbisnis
Semua tindakan yang dilakukan pasti mempunyai tujuan khusus. Pun begitu dalam memulai bisnis. Apa sih tujuan yang akan dicapai?
Sering orang lupa untuk menetapkan tujuan ini. Kalau dalam bahasa agama ini disebut “NIAT”. Karena seseorang akan memperoleh hasil pekerjaannya (baca: amalannya) sesuai dengan NIAT atau tujuannya. Read the rest of this entry
Tuesday, December 6th, 2011 at 14:38
Pernah dengar Starbucks? Pasti pernah, siapa yang tidak tau Starbucks. Ada yang tau siapa pemiliknya??? Cerita perjalanan seorang yang bernama Howard Schultz, pemilik Starbucks jaringan kedai kopi. Tadinya yang bersangkutan adalah eksekutif papa atas. Waktu dia mendapat tugas ke Seattle, dan minum kopi di Starbucks. Dia jual impiannya untuk membuka cabang di seluruh Amerika, bahkan di seluruh dunia.

Siapa Bilang Buka Usaha Melulu Tentang Modal Uang?
Setelah proses yang lama, pemiliknya setuju untuk mempekerjakan Howard dengan bayaran yang jauh lebih kecil dari gajinya sebagai eksekutif papan atas. Howard setuju dan pindah ke Seattle. Kemudian dia belajar semua jurus yang ada dan menganjurkan pemiliknya untuk membuka cabang.
Ketika pemiliknya agak segan untuk membuka banyak cabang, Howard menawarkan akan buka sendiri dan pemilik lama ikut jadi pemegang saham. Pemilik setuju dan jadi pemegang saham. Ketika waktu berlalu dan pemilik Starbucks tidak mau melanjutkan lagi usahanya, Starbucks ditawarkan kepada Howard dengan harga yang sangat tinggi. Howard setuju dan mencari modal dari sekian banyak kenalannya. Jadilah Starbucks miliknya, berkembang pesat jadi banyak, go public dan menyebar ke seluruh dunia.
Wahhh.. Bisnis tanpa modal sendiri. Modal orang lain, dari kenalan-kenalannya. Yah, pake istilah OPM (Opium kerennya…) = Other’s People Money. Howard bermodalkan impiannya untuk membuka cabang Starbucks di seluruh dunia, dengan bermodalkan uang orang lain. So, siapa bilang bisnis butuh modal uang???? Read the rest of this entry