banner sabunherbalku.com

UKM Sukses

Franky Pranoto: Meraup Laba Besar dari Kreasi Bag in Bag

Franky Pranoto: Meraup Laba Besar dari Kreasi Bag in Bag

Kampungwirausaha.com- Ide adalah kemampuan yang dihasilkan oleh otak, dan hanya orang-orang kreatiflah yang mampu mewujudkannya dalam bentuk yang nyata(real). Siapa saja bisa memiliki ide, namun minim kesempatan yang bisa menjadikan ide itu matang dan layak diapreasikan. Franky Pranoto adalah salah satu orang yang memiliki ide briliant. Tetapi ide saja tidak cukup  tanpa diimbangi dengan inovasi dan kekinian dalam usaha. Franky mengemas ide yang ia punya dengan sebuah produk tas. Tas yang biasa saja tentu saja sudah banyak dipunyai. Akan tetapi bagaimana tas yang memahami dan mendukung pemakai saat beraktivitas. Tercetuslah ide “Bag in Bag” (tas di dalam tas) /bag organizer.

Franky mengimplementasikan bag organizer menjadi satu kesatuan, semisal pernak-pernik barang yang tercecer dalam tas biasanya ditaruh asal saja, sembarangan dan tercampur aduk.  Dengan buah pikiran Franky, bag in  bag…

Tidak Jadi Artis, Norman Kamaru Buka Rumah Makan Khas Manado

Setelah tidak jadi artis lagi, Norman Kamaru buka Rumah makan J&J dan mampu meraih omset hingga 3 juta rupiah sehari.

Norman Kamaru menjalani hidupnya menjadi seorang wirausaha. Setelah sempat terkenal dengan goyang caiya-caiya, kemudian kebanjiran order di dunia hiburan, kini mantan Briptu itu menjalani hari-harinya menjadi pemilik warung makan khas Manado.

“Iya, sudah beberapa bulan ini saya buka warung kecil-kecilan”, ungkapnya sambil tersenyum.

Dia memberi nama warung makannya J&J Cafe. Warung yang keren dan benar-benar khas Manado. Bersama sang istri Daisy Paindong, warung sederhana itu menjual makanan khas Manado seperti Ayam rica, Ayam Woku, Bubur Manado, dan Cakalang Suwir.

“Yang paling banyak peminatnya disini bubur Manado sama ayam rica, mas”, Katanya lagi.

Warung makan J&J Norman Kamaru

Warung makan yang baru saja dibuka belum begitu lama itu, terlihat ramai, mungkin karena ada sosok Norman Kamaru yang pernah terkenal dan menjadi buah bibir seantero jagad. Ia juga tak…

Bermodal 20rb, Taufiq Sukses Berbisnis Keramik Ratusan Juta Rupiah

Sebagian besar kita generasi muda ingin sukses, tapi enggan melakukan sesuatu, apalagi kerja keras. Penyakit mudah menyerah dan pengeluh banyak menghambat kesuksesan. Untuk itu, sekali lagi kampung wirausaha mengangkat cerita seorang yang memulai usaha dengan modal sangat kecil dan bisa sukses.

Mochamad Taufiq, warga Plered – Purwakarta, berhasil membangun bisnis beromset ratusan juta rupiah perbulan. Hebatnya, beliau memulai bisnis dengan modal nihil alias nyaris nol. Bisnis keramik yang dia geluti dengan tekun dan semangat pantang menyerah telah membawanya kepada khidupan yang layak kini.

Taufiq bercerita di awal merintis bisnisnya dia hanya punya uang 20.000 (dua puluh ribu) rupiah saja. Saat itu tahun 1990, itu uang dibelikan keramik setengah jadi dari para perajin keramik di Plered. “Saya tidak punya uang modal, uang saya ya cuma itu, 20rb. Saya beli keramik setengah jadi, lalu saya cat dan finishing di rumah bersama istri saya”, kenangnya.

Kerja keras dan semangatlah yang membuat Taufiq bertahan…

Kisah Sukses: Samsul, Seorang Mahasiswa Meraih Omset 185 Juta dari Berjualan Sayur

Memiliki bisnis dengan omzet 6 juta perhari belum pernah terlintas di benak pemuda belia ini, apalagi dia memulai bisnis dengan modal seadanya.

Dia adalah Samsul Arifin, seorang pedagang sayur di Pasar Blok A Jakarta Selatan. Kesibukannya berdagang sayur tidak juga menghentikannya untuk tetap belajar, paling tidak terbukti dia masih menjadi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Prof.Dr. Hamka di jurusan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan.

Dengan gaya santai khas tukang sayur di pasar, berkaos oblong dan bercelana Jeans, pria muda berusia 24 tahun ini telah melewati masa-masa sulit membangun usahanya. Kini usahanya sudah lebih dari cukup untuk membiayai kuliah dan hidupnya. Padahal, katanya dulu ia berbisnis ini hanya bertujuan untuk membayar biaya kuliahnya saja.

“Dulu, 4 tahun yang lalu saat saya berusia 20 tahun, saya hanya punya modal 1 juta saja. Uang itu saya gunakan untuk beli kualakan sayur mayur. Awalnya saya dagang sayur ya hanya untuk menutup biaya kuliah saya saja,” kenangnya.…

Ella V Brizadly: Mundur Dari Jabatan dan Memilih Wirausaha Demi Keluarga

Ella V Brizadly, pemilik brand fesyen PriBumi

Perempuan Pengusaha, Bisnis dari rumah dan Sukses…. Keinginan untuk menjadi ibu yang dekat dengan keluarga telah membuat Ella V Brizaldly memutuskan untuk meninggalkan segala fasilitas kemewahan yang dia dapat dari kantornya. Tak tanggung-tanggung, jabatan setingkat menejer di sebuah perusahaan pertambangan nasional terkemuka ia lepas begitu saja.

“Saya ingin menjadi full-time mother,” katanya,”Dan untuk itu sepertinya dunia wirausaha cocok untuk saya.”

Yang lebih mengesankan lagi adalah jawaban Ella V Brizadly ketika ditanya, apa tidak sayang dengan penghasilan dan fasilitas mewah yang ia tinggalkan di kantor?

Inilah jawabannya: “Karena saya yakin, the enemy of great life is a good life,” katanya.

Dimulai dari kegemarannya mengumpulkan dan koleksi aneka jenis kain tradisional, ia pun membuka usaha. bayangkan, kain-kain tradisional itu dari mulai batik, rajut, ikat, songket dan tenun, dia sulap dan diberi nilai tambah menjadi bentuk olahan seperti tas dan sepatu. “Saya pikir sayang…

1234
banner sabunherbalku.com

Share Yuk :)

pusat grosir minuman bubuk powder drink
pusat konveksi kaos polos terbesar dan termurah Herbeauty Masker, Masker Wajah Alami

Facebook kita