Ganesha Putra: Dari Hobby, Menghasilkan 12 Juta Perbulan dari SSB

Bisnis Sekolah Sepak Bola (SSB)

Demam olahraga sepak bola menjadi sebuah peluang yang menguntungkan bagi usaha kursus atau sekolah olahraga yang kini lagi digemari di seluruh dunia ini. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan Villa 2000, salah satu kursus sepak bola yang awal terbentuknya dari sebuah hobi.

Dengan menggunakan sistem manajemen yang teratur serta kualitas materi kursus yang bagus, dalam waktu kurang dari setahun, modal yang dikeluarkan sudah kembali. Bahkan saat ini telah memiliki satu lagi tempat yang digunakan untuk latihan. Apa strategi pemasarannya hingga bisa sukses?

Ganesha Putra, GM SSB Villa 2000

Ternyata dari hobi bila ditekuni bisa menjadi sebuah usaha. Hal ini bisa dilihat dari ide kreatif Ferry Paulus, salah satu pemilik Villa 2000 yang tinggal di kompleks Villa PamuIang, Tangerang. Pada tahun 2000, la biasa bermain di tanah lapang yang disediakan pihak pengembang untuk sarana olahraga. Ferry pun kemudian memiliki ide agar olahraga seperti ini jangan hanya dilakukan oleh kalangan dewasa saja, melainkan juga melibatkan anak-anak agar mereka men cintai olahraga sepak bola. Gayung bersambut, karena animo masyarakat sangatlah tinggi, terlihat pada hari Iibur banyak warga yang bermain sepak bola bersama. Pada tahun 2003, Ferry dan rekannya sesama warga di kompleks tersebut kemudian mem buat sebuah wadah untuk me nampung minat warga yang ingin berlatih serius dan tidak hanya sekadar hobi saja. Kemudian saat itu dibentuklah Villa 2000 dengan modal sebesar Rp 50 juta yang digunakan untuk membenahi sarana dan prasarana yang ada, membangun lapangan olahraga sepakbola, membeli kaos untuk siswa dan membayar pelatih pada pembukaan perdana.

Modal awal usaha sebagian besar juga digunakan untuk membangun ruang yang dijadikan kantor, ruang ganti dan gudang. Modal Rp 50 juta tersebut merupakan hasil patungan beberapa warga, salah satunya Ferry Paulus.

Saat ini pemilik Villa 2000 tinggal 2 orang Ferry dan tetangganya Ganesha Putera yang akrab disapa Ganesh, yang menjabat sebagai GM Villa 2000. Lokasi yang dipilih adalah lapangan yang ada di kompleks tersebut, dimana dalam penggunaanya dilakukan kesepakatan antara pihak pengembang dan warga yang dituangkan dalam MOU.

“Jadi kita boleh menggunakan lahan di sini asalkan bertanggung jawab mengenai perawatan lahan,” ujar Ganesha Putera.

Dengan demikian, lahan yang digunakan untuk sepak bola tanpa biaya sewa, tetapi pengembang hanya meminta agar pengurus Villa 2000 bertanggung jawab atas kondisi lapangan dan siap meninggalkan lokasi bila pengembang meminta lahan tersebut.

Luas lapangan sepak bola tersebut 120X80 meter dengan rumput yang mulai tipis karena jadwal latihan yang padat. Juga tersedia I tempat untuk latihan fisik tersendiri di luar lapangan rumput.

Metode Latihan.

Pada awal berdirinya, kursus sepak bola ini baru diikuti oleh 20 orang siswa dengan berbagai tingkatan usia r dari 6-14 tahun. Kini setelah beberapa  tahun berjalan, Villa 2000 setiap bulannya melatih sekitar 250-300 siswa secara kontinyu. Untuk bergabung dengan Villa 2000 setiap siswa dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 400 ribu yang digunakan untuk pengadaan seragam atas-bawah dan biaya latihan selama sebulan. Setelah itu bagi siswa yang meneruskan latihan per bulannya tinggal membayar Rp 100 ribu. Latihan dilakukan setiap hari mulai pukul 2 siang hingga hingga 6 sore. Metode latihan sepakbola di Villa 2000 dibagi 4 tingkatan usia mulai dari kelas EF 6-10 tahun, fokus latihan pada kemampuan dasar atletik melalui latihan koordinasi intensif, junior D 11-12 tahun fokus latihan pada wawasan taktik kombinasi dan kemampuan koordinasi, Junior C 13-14 tahun fokus latihan pada pemeliharaan kemampuan koordinasi dan kecepatan serta mengenalkan posisi spesifik untuk tiap pemain, dan Junior BA 15-18-tahun fokus latihan pada pengelolaan kemampu- an seluruh fisik dan pematangan kemampuan bertanding.

Villa 2000 juga memberikan 4 macam latihan koordinasi kepada semua tingkatan usia yang memiliki fungsi untuk melatih siswa dalam mengasah bakatnya. Pelatihan tersebut antara lain: metode tangga, yang be fungsi untuk melatih kecepatan dan kelincahan kaki siswa dalam bermain bola. Metode cone yang berfungsi untuk keselarasan kaki dan tangan, metode stick untuk kelenturan tubuh, dan metode ring yang bermanfaat untuk melatih fisik terutama untuk siswa yang baru saja bergabung dalam Iatihan.

Setiap metode tersebut diajarkan oleh beberapa pelatih yang terbagi dalam masing-masing tugas mulai dari pelatih fisik, pelatih teknik dan pelatih untuk kiper atau penjaga gawang. SeteIah melalui tiap tingkatan peserta   diberikan sertilikat.

Pelatih Profesional.

Untuk menghasilkan kualitas pemain yang bagus tentunya dibutuhkan tenaga pelatih yang bagus. Dalam hal ini Villa 2000 tidak sembarangan memilih pelatih mengingat dalam persaingan kursus sepak bola ini yang diutamakan adalah mutu latihan. Syarat pelatih Villa 2000 harus memiliki sertifikat sebagai tanda kemampuan dari PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) dan AFC (Asian Footbal Confederation).

Tidak hanya sampai di situ saja, mereka juga harus mengikuti training khusus yang disebut inhouse training selama seminggu saat awal bergabung yang diberikan oleh pelatih senior. Dan setiap 3 bulan sekali akan dilakukan evaluasi untuk penyegaran pelatih serta observasi lapangan untuk menyusun konsep latihan yang Iebih baik Iagi bagi para siswa.

“Evaluasi berfungsi untuk pembelajaran bagi pelatih lama dan baru, yang lama agar tidak lupa dan yang baru untuk pendalaman”, lanjut pria alumnus Jurusan SosioIogi Fisip UGM Yogyakarta ini.

Asumsi Pendapatan SSB Villa200

 

One Comment

Ahmadi Amrun

sayang banget…coba aku suka bola…pasti bisa bikin tambah orang sukses di indonesia …
tetep semangat ajah deh … semoga bisnis gps tracker lebih mendunia

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *