FOKUS PADA SATU JENIS BISNIS, MENGAPA TIDAK?

Fokus Pada Satu Bisnis, Tidak ada Salahnya Juga, kok

Fokus Pada Satu Bisnis, Tidak ada Salahnya Juga, kok

Melanjutkan panduan soal bagaimana memilih dan merealisasi bisnis, kini kita bicarakan:

BISNIS YANG FOKUS PADA SATU JENIS

Jika kita fokus pada satu jenis bisnis, kita dapat mencurahkan perhatian 100% untuk mengembangkan bisnis tersebut, tidak terbagi dengan bisnis lain. Hasilnya, bisnis kita dapat berkembang pesat. Mari kita lihat KFC, McDonald, Dunkin Donat, Coca Cola, dan perusahaan-perusahaan global lainnya. Kira-kira bagaimana fokus mereka sampai mereka dapat membangun perusahaan kelas dunia? Jawabannya adalah karena mereka hanya fokus pada pengembangan satu jenis merek saja.

Pertanyaan untuk kita, berapa jenis merek yang kita kembangkan saat ini? Berapa jenis bisnis yang kita jalankan sekarang ini? Kita sering mendapati pengusaha Indonesia itu memiliki banyak jenis usaha, namun usahanya ya begitu-begitu saja. Kita seringkali hanya menjadi raja di kandang sendiri, namun tidak mampu eksis ditempat lain. Penyebabnya tidak lain karena fokus yang terbagi.

Kita sering salah mengartikan pepatah, jangan menaruh telor dalam satu keranjang. Pepatah ini dimaksudkan supaya kita hati-hati. Namun kita justru menggunakannya sebagai pedoman dalam berbisnis. Pepatah ini menjadikan kita khawatir, jika kita hanya memiliki satu jenis bisnis saja, maka jika bisnis itu rugi, kita tidak memiliki cadangan penghasilan lagi. Akibatnya kita membuat bisnis-bisnis lain yang tidak sejenis dalam waktu bersamaan.

Anda tahu dimana letak kekeliurannya?

Ada dua kekeliruan yang terjadi disini, yakni keliru berpikir dan keliru bertindak.

Kekeliruan kita berpikir menghasilkan kekhawatiran dan keraguan. Kekhawatiran dan keraguan. Kekhawatiran dan keraguan bahwa bisnis kita akan rugi ini menghasilkan kekeliruan bertindak dengan membuat bisnis-bisnis baru yang tidak sejenis dalam waktu bersamaan. Bayangkan,dengan fokus yang terbagi-bagi seperti ini, bagaimana mungkin kita dapat membesarkan bisnis secara wajar, apalagi sebagian dari kita masih dihantui kekhawatiran dan ketakutan akan rugi?

Contoh paling mudah adalah kepemilikan Anda terhadap kendaraan. Bayangkan, mana kendaraan yang lebih terawat, jika Anda hanya memiliki satu jenis kendaraan dibandingkan dengan jika Anda memiliki beberapa jenis kendaraan sekaligus? Tentu kendaraan yang paling terawat adalah kendaraan yang kita miliki satu-satunya. Jika kita memilki beberapa kendaraan sekaligus, dipastikan kita akan kerepotan mengurusnya. Hasilnya, tidak semua kendaraan kita bersih setiap hari. Nah, dimana posisi kita sekarang?

Hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya. Seluruh risiko ada ditangan kita, tinggal bagaimana kita mengelolanya saja. Artinya jika kita memiliki satu jenis bisnis dan fokus pada pengembangan bisnis tersebut, dipastikan risiko rugi pun akan makin menipis.

Kekuatan (Strength)

Kita tidak akan kerepotan mengurus bisnis yang kita pilih ini. Kepala kita ini hanya satu. Bisa dibayangkan jika sehari-harinya saja kita sudah harus memikirkan diri kita sendiri,keluarga, lingkungan dan bisnis. Dengan memilih satu jenis bisnis dan fokus pada pengembangan bisnis itu artinya kita akan dapat mengatasi potensi sress yang dapat berakibat buruk pada bisnis yang kita jalankan.

Kelemahan (Weakness)

Bisnis itu bukan sebuah kepastian. Masih ingat pelajaran dimuka ? Bisnis bisa naik bisa pula turun. Kekhawatiran orang bahwa berbisnis dengan satu jenis bisnis bisa membawa petaka karena jika terjadi kerugian tidak ada cadangan pendapatan bisa menjadi kenyataan. Namun kelemahan ini bisa diantisipasi dengan keterampilan kita mengelola risiko. Termasuk dalam hal ini adalah mengelola keuangan. Apapun yang terjadi, selalu sediakan simpanan cadangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga. Pemahaman bahwa bisnis itu bukan sebuah kepastian akan menjadikan kita selalu sadar dan waspada setiap saat.

Peluang (Opportunity)

Bisnis yang fokus pada satu jenis bisnis memilki peluang kesuksesan lebih besar dibandingkan dengan bisnis yang manajemennya dicampuradukkan dengan beberapa jenis sekaligus. Lihatlah Ciputra yang dijuluki Raja Properti di Indonesia. Dalam waktu kurang dari setengah abad, kerajaan bisnis yang dibangunnya sudah mampu menjelajah sampai ke Negara-negara Asia lainnya. Apa rahasia kesuksesan Ciputra? Salah satu rahasia kesuksesannya adalah konsistensinya pada dunia bisnis property.

Ancaman (Threat)

Ancaman terbesar jenis bisnis ini adalah keserakahan sendiri selain kekhawatiran dan keraguan yang sudah diungkapkan dimuka. Seringkali kita sudah merasa berhasil dengan satu jenis bisnis sehingga kita berusaha untuk melebarkan sayap ke jenis bisnis baru. Padahal bisnis awal yang kita tekuni itu jika dilihat secara makro ukurannya masih terlalu kecil untuk dapat bertahan selama 50 tahun atau lebih.Keserakahan kita ini memang sulit diantisipasi dan dikendalikan, karena semua yang kita lakukan ini sah.

Kebutuhan Modal Finansial

Jika kita hanya mengembangkan satu jenis bisnis saja,modal finansial yang kita perlukan tidak sebanyak jika kita mengembangkan beberapa jenis bisnis sekaligus. Jika kita mengembangkan beberapa jenis bisnis sekaligus ,seringkali kita menerapkan system subsidi silang. Secara logika tidak ada yang salah dengan sistem subsidi silang ini.Namun jika dilihat dari sisi manajemen, sistem ini merugikan bagi bisnis yang sudah menghasilkan.Bayangkan jika dana yang dipakai untuk subsidi silang ini dipergunakan untuk mengembangkan bisnis yang sudah menghasilkan itu. Hasilnya jauh lebih baik dibandingkan kita gambling membesarkan bisnis yang masih baru.

Fokus Pada Satu Bisnis, Bukan berarti Tidak Kreatif Lho...

Fokus Pada Satu Bisnis, Bukan berarti Tidak Kreatif Lho…

Fokus Pada Satu Bisnis, Tidak ada Salahnya Juga, kok

Fokus Pada Satu Bisnis, Tidak ada Salahnya Juga, kok

ide bisnis modal kecil

ide bisnis modal kecil

ide bisnis modal kecil

ide bisnis modal kecil

Fokus Pada Satu Bisnis, Tidak ada Salahnya Juga, kok

Fokus Pada Satu Bisnis, Tidak ada Salahnya Juga, kok


 

data base toko online 1nop-2des17

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *