Franky Pranoto: Meraup Laba Besar dari Kreasi Bag in Bag

Franky Pranoto: Meraup Laba Besar dari Kreasi Bag in Bag

Kampungwirausaha.com- Ide adalah kemampuan yang dihasilkan oleh otak, dan hanya orang-orang kreatiflah yang mampu mewujudkannya dalam bentuk yang nyata(real). Siapa saja bisa memiliki ide, namun minim kesempatan yang bisa menjadikan ide itu matang dan layak diapreasikan. Franky Pranoto adalah salah satu orang yang memiliki ide briliant. Tetapi ide saja tidak cukup  tanpa diimbangi dengan inovasi dan kekinian dalam usaha. Franky mengemas ide yang ia punya dengan sebuah produk tas. Tas yang biasa saja tentu saja sudah banyak dipunyai. Akan tetapi bagaimana tas yang memahami dan mendukung pemakai saat beraktivitas. Tercetuslah ide “Bag in Bag” (tas di dalam tas) /bag organizer.

Franky mengimplementasikan bag organizer menjadi satu kesatuan, semisal pernak-pernik barang yang tercecer dalam tas biasanya ditaruh asal saja, sembarangan dan tercampur aduk.  Dengan buah pikiran Franky, bag in  bag diolah menjadi barang sesuai kebutuhan. Bag organizer dikelompokkan sesuai aktivitas pengguna, seperti: handphone pouch organizer digunakan untuk menyimpan ponsel, uang&kartu ATM. HPO masuk dalam kategori urban series.  Passport Holder digunakan untuk menaruh paspor, tiket, boarding pas, kartu ATM, voucher penginapan ini masuk ke kategori travel series. Masih banyak lagi kategori seperti home series, baby&kids series, personal women series dan lain-lain. Sampai saat ini sudah ada 28 design bag organizer yang sudah dijual dipasar online  maupun  offline.

Merek jualan bag in bag yang dipakai Franky adalah D’renbellony. Semua prodaknya dibuat dan berpusat di Semarang. Dulu, di tahun 2009 Franky hanya memiliki 1 orang karyawan untuk membuat bag in bag 30  pcs dalam sehari dan ia kesulitan untuk mencari penjahit. Sekarang sudah ada 50 karyawan dalam binaanya. Tidak  perlu mencari, mereka berdatangan melamar sendiri, kata Franky.

pak frangky

Pabrik Tas D’renbellony Chadpad.com

D’renbellony mulai dipasarkan pada media Multiply, dan buka offline juga di Paris Van Java sebagai outlet pertama, dan sekarang ada 30 outletnya tersebar di Indonesia (di dalam dan luar jawa). Dengan penjualan 600 pcs setiap harinya dan omset rata-rata yang diraihnya sekitar 120.000.000 per hari dengan keuntungan 5-10% dari omset. . Harganya pun terjangkau, dari Rp. 85.000 sampai Rp. 345.000, dan bag organizer yang paling mahal hingga saat ini adalah diaper bag exclusive. Bahan  baku yang dipakai D’renbellony sejenis polyster yang sangat berkualitas. Dia bahkan tak segan mendatangkan bahan dari luar negeri jika kain/aksesori yang diinginkannya tidak ada di Indonesia. Selain bahan yang luxury Franky juga paling mengutamakan kualitas. Quality control nya sangat baik dan ketat, membuat tas buatannya sangat layak sebagai tas terbaik yang anda punyai.

Manajemen SDM

Membuka usaha tidak hanya soal produksi, tapi juga soal manajemen SDM. Pak Franky berpesan memulai usaha  itu harus ada ilmunya. Cari risiko terkecil jika berurusan dengan jumlah modal. Sistim manajemen SDM  juga harus baik, ada tipe 4 SDM tersebut yaitu:

  1. Atitude bagus skill bagus, ideal banget.
  2. Attitude bagus skill tidak
  3. Attitude jelek skill bagus
  4. Attitude jelek skill jelek, jangan ragu untuk memberhentikannya.

Untuk kriteria nomor 2 dan 3 sesuaikan dengan kebutuhan perusahaanmu, jika butuh skillnya, gunakan hingga selesai kebutuhanmu. Jika skillnya jelek, gunakan kelebihan attitudenya  untuk tempat-tempat khusus di manajemen.

Semoga pesan dari pak Franky bisa bermanfaat untuk pengusaha dalam mengembangkan bisnis yang sedang dijalani. Mau sukses? Maka  jangan takut berproses! Salam.