Ide Bisnis: Persewaan Notebook dan Modem

Bisnis ini bisa menjadi alternatif kita jika kita tidak ingin pengelolaan yang rumit. Yang kita butuhkan hanyalah minimal satu buah notebook berkualitas sedang dan promosi. Tidak butuh perawatan yang sulit dan pengelolaan yang membuat kita kerepotan untuk mengurusnya adalah pertimbangan kita untuk memulai bisnis ini. Pekerjaan tetap kita tidak akan terganggu untuk mengerjakan bisnis ini, karena tidak membutuhkan pengelolaan sama sekali kecuali merawat notebook itu sendiri.

Untuk modem, selain Modemnya, kita juga harus berlangganan broadband internet bulanannya. Jadi yang kita sewakan sebenarnya bukan modemnya, namun internetnya.

Konsumen

Konsumen kita bisa beraneka macam, yaitu mahasiswa untuk pendadaran, presentasi dan juga para peserta seminar atau panitianya.

Bagaimana Memulainya?

Bisnis ini tergolong baru dan belum banyak yang mengenalnya. Untuk itu promosi adalah hal yang sangat kita perlukan. Promosi tersebut bisa di surat kabar, kampus dan ketika ada seminar. Modal utama kita adalah notebook dan telepon yang bisa dihubungi. Dan untuk calon penyewa, sebaiknya benar-benar periksa identitasnya. Tidak hanya KTP tetapi juga identitas lain seperti kartu mahasiswa atau pengenal kantor tempatnya bekerja. Dengan itu kita bisa menelpon kampus atau kantor tempat penyewa kita untuk kebenaran kartu identitas tersebut. Waktu dan harga bisa kita tentukan adalah bisa per jam dan per hari. Untuk per jamnya biasanya sekitar Rp. 20.000,-. Dan untuk harian bisa sekitar Rp. 110.000,-

Untuk Modem, biasanya ditarif Rp 30.000,-/hari

Tantangan

Promosi adalah sesuatu yang perlu sekali kita lakukan untuk menarik konsumen. Hal lainnya adalah perawatan notebook yang kita miliki. Dalam merawatnya yang bisa kita lakukan adalah dengan terus menggunakan antivirus demi menjaga stabilitas dan kualitas notebook. Sekali-kali juga bisa kita bawa ke tempat service untuk mengecek apabila ada kerusakan.

Modem

Untuk menghindari komplain karena koneksi internet yang buruk, carilah informasi tentang wilayah-wilayah yang bersinyal baik dan buruk. Jangan rekomendasikan pada daerah dengan sinyal buruk.

SELAMAT MENCOBA

Comments

  1. Pak Liek says:

    bisnis baru … selama ini mungkin belum dipikirkan oleh orang lain ….

    1. admin says:

      betul…ayo dicoba!!

  2. qodam says:

    ide yang bener-bener fresh, resikonya gede tapi mungkin kalo berani kasih itung-itungan keknya ada niatan buat serius nih yang punya artikel. bukan hal aneh kalo mungkin setahun2 tahun ke depan notebook bukan lagi barang “wah”.

  3. anax kolonx says:

    ok jg kang,,,d sini blm ada kyk gtu,adanya prsewaan alias rental komputer,,,,

    1. anax kolonx says:

      anax kolonx: dmin

      fotoQ kok aneh,,, :(

      anax kolonx: ok jg kang,,,d sini blm ada kyk gtu,adanya prsewaan alias rental komputer,,,,  

  4. ekopras says:

    ide brilian, ayo siapa yang mau memulai?

  5. admin says:

    @All ; ayo action….action….action…!!!

  6. mastyo says:

    Ini nih tempaaatnya mangkal kalo mau bikin usaha …ide2nya gila dan maknyus banget….hal2 yang tak pernah terpikirkan pun bisa jadi peluang usaha…..T O P BGT

  7. ekopras says:

    lagi nyari ide usaha baru lainnya nih

  8. dian sahid says:

    beresiko tinggi, cuman perlu juga dicoba untuk orang disekitar kita.

  9. [...] Ide Bisnis: Persewaan Notebook dan Modem [...]

  10. Sulisdiyanto says:

    Caranya berlangganan broadband internetnya gimana boz? misale usaha ini dikampung….

  11. ahmad says:

    masuk akal juga nih..
    hari gini kan lagi rame-ramenya internyetan pake modem USB

  12. riza says:

    … ok juga..tapi resikonya lumayan gede juga, kalo kita nggak ati ati… Thanks anyway….

  13. Irwin Ananta says:

    Hmm brseiko tinggi, kalo pun efektiv aman hanya di target kan buat relasi2 dkat aja kali…, sampe saat ini blom ada data yg sy dapat dari siapapun yg berjalan sukses dan lancar dari bisnis ini..

    1. admin says:

      betoool….ini kan ide sebagai pengantar untuk berpikir lagi…..

    2. admin says:

      sudah coba riset soal persewaan modem? di jogja ada yang sukses bisnis persewaan modem itu bos….

  14. sutan pangeran says:

    Membuka komunikasi kepada siapapun tanpa kecuali.

  15. iyant says:

    emm, ide kreatif nich…trimakasih, pengen share ide lainnya

  16. nenny says:

    bisa dicoba, boleh juga idenya

  17. dewi says:

    alhamdulillah banyak ide banyak inspirasi…tq so much

  18. muhtarom says:

    Good ide ………………….tq

  19. essy says:

    beuh…mantaf ni site
    gak sengaja ktemu, moga2 bisa dpt artikel yg bisa membuat bangkit dan mencoba terjun jadi usahawan..pengen tapi sll gak bisa ….kerja membuatku bosan…

  20. harris says:

    betul2 ide baru. bisa dicoba nih. makasih banyak idenya. moga2 bsa jd berkah bt ssama…. Skali lg makasih.

  21. hermas says:

    boleh di pertimbangkan thanx idenya

  22. dairon says:

    Mantap nich idenya, kebetulan ditempat koe banyak hotspot bertebaran jadi bisa dimanfaatkan nich laptop koe. thanks yach

  23. batak silalahi says:

    sory smua menyimpang dari topik…
    saya mau minta bantuan saran
    saya sekarang lagi buka warnet..
    tapi pendapatan hanya dari warnet itu saja..
    apa ada bisnis lain yang bisa digabung dengan warnet..untuk mendongkrak pendapatan..?
    terimakasih

    1. @Silalahi.

      Mantap kalau lae Silalahi punya warnet. Kata “warnet” mengingatkan saya pada masa lalu, sekitar 6-7 tahun lalu. Kebetulan dulu saya pernah jadi penjaga warnet di sekitar mangga besar/ taman sari, jakarta barat. waktu itu lagi trend game ragnarok online,dan mungkin sekarang yang trend game lainnya.

      Perkenalkan, Nama saya simon, seorang blogger dengan alamat blog: panelbusiness.com

      Sewaktu saya bekerja sebagai penjaga warnet, tugas saya sehari-hari adalah membersihkan warnet, mengepel, menyapu, menerima pembayaran dari penyewa warnet yang rata-rata anak sekolah dan sekaligus menjual minuman dingin/ snack. Kebetulan bos mempercayakan hampir 90% pengelolaan warnet kepada saya.

      Di warnet tempat saya bekerja, ada sekitar 24 PC, buka dari jam 9.00 – 00.00 tengah malam. sewa perjam Rp. 3.000 (member) dan Rp. 3.500 (non member). Omzet kotor berkisar Rp 10 juta – 15 juta per bulan. kewajiban: bayar listrik, bayar telkom dan bayar provider. Plus bayar gaji saya dan seorang teman. (karyawan hanya ada 2 orang )

      Saya tinggal di dalam (di kasi kamar di lantai 2), gaji saya sekitar 525.000/ bulan (waktu itu sekitar tahun 2003 – 2004. Jadi saya hidup harus berhemat bangat… kalau nggak bisa di bilang “super ngirit”, soalnya waktu itu, sekali makan di Warteg kaki lima sekitar Rp. 3.000,- dengan lauk telor dadar yang di bagi 2. Harus tahan karena banyak lalat dan lalar hijau berkeliaran.

      Namun Puji Tuhan karena saya pernah menjadi penjaga warnet, karena melalui bekerja di warnet itulah yang membuat saya mengenal dunia bisnis online.

      sekitar tahun 2005 (kalau nggak salah ingat) saya berhenti jadi penjaga warnet, dan mulai mencoba berjualan kaos kaki 3pcs/10.000,- di WTC mangga dua, walau tahun 2008 saya terpaksa gulung tikar dan pulang kampung ke Borneo.

      Pengalaman saya sewaktu saya jadi penjaga warnet, yang saya lihat dapat digabungkan dengan jasa warnet adalah jual makanan, minuman dingin, dll. Selain itu, bisa juga jual pulsa / voucher hp.

      Namun setelah saya berhenti jadi karyawan penjaga warnet, bos saya menutup usahanya (bukan karena rugi, tapi karena hal teknis lainnya), dan beralih ke bisnis makanan/ kuliner.

      Beberapa waktu setelah saya berhenti jadi penjaga warnet, warnet tempat saya bekerja dulu telah tutup, lalu disekitar lokasi itu muncul sebuah warnet, yang nampaknya bermodal besar, dengan jumlah PC sekitar 100 PC.

      -Lantai 1 = VIP. Tempat duduknya pakai sofa, jumlah PC kurang dari 10, akses cepat, harga rental Rp. 7.000,-/jam.

      -Lantai 2 = Khusus tidak boleh merokok, pakai AC, ada sekitar 40 PC. harga rental= Rp. 2.500/jam dari jam 07.00 s/d 22.00. Dan Rp 1.500/jam dari jam 22.00 s/d 07.00. Billing akan menyesuaikan secara otomatis. hal ini sangat menyenangkan pelanggan, karena pelanggan tidak perlu logout dari PC nya, karena perubahan rate billing berlangsung otomatis.

      -Lantai 3 = Di perbolehkan merokok, sekita 40 PC juga. Ada sistem pengeluaran udaha/ asap rokok keluar ruangan. Harga: sama seperti lantai 2.

      coba aja perkirakan pendapatan mereka dari 100 PC tsb. per hari dan per bulan.
      Karyawan mereka sekitar belasan orang meliput: penjaga billing, teknisi, dan kantin. Dibagi 2 shift. (malam & siang).

      Perkiraan kasar saya, kalau semua PC di pukul rata beroperasi 18 jam perhari, maka 1 PC akan menghasilkan sekitar Rp 42.000,- per hari. artinya, 100 pc x 42.000 = 4.200.000/hari.

      jadi omzet kotor perbulan 4.200.000 x 30 hari = 126.000.000,- per bulan.

      Pengalaman saya datang ke warnet tsb, setiap kali saya datang, biasanya sekitar jam 23.00, selalu saja penuh dan nganti sekitar 5-6 orang. Jika beruntung, setelah menuggu sambil berdiri sekitar 30 menit, baru bisa dapat komputer untuk dipakai browsing/ ngeblog.

      Memang warnet tersebut ramai sekali, selain karena terletak di daerah yang ramai, buka 24 jam, peralatan komputer yang lumayan kuat seperti prosesor, motherboard, memory yang nggak tanggung-tanggung, juga monitor komputer yang memakai layar LCD. Hal ini sangat menyenangkan pelanggan yang bermain game, karena tampilan game sangat bagus. Kursi duduk juga bagus dan nggak membuat pantat pegal kalau duduk lama-lama.

      Selain itu, yang lebih menyenangkan adalah harga yang murah jika kita datang ke warnet itu pada pukul 22.00 malam – 07.00 pagi.

      Kita hanya perlu mengisi deposit kita, dan setelah login, deposit kita akan berkurang sesuai dengan rate jam.

      Hal lain yang menyenangkan dari warnet tersebut, adalah selalu ada petugas kantin warnet tersebut yang berjalan-jalan di dalam ruangan setiap beberapa menit, dan kita sebagai pelanggan bisa langsung memesan makanan/ minuman, misalnya pesan: kopi, indomie telor, nasi goreng, dan sebagainya.

      setiap kali saya selesai dari warnet tsb pada subuh hari, saya lihat pada tong sampah warnet tersebut di lantai dasar, puluhan botol agua kosong dan 3-4 krat teh botol kosong/sprite/coca-cola/fanta dan minuman kalengan kosong.

      Setelah saya pikir-pikir, kemungkinan pendapatan terbesar warnet ini berasal dari kantinnya. Kebetulan kantin mereka ada di lanti 2, jadi akses dari lantai 3 tidak jauh, dan pelanggan tidak perlu pergi keluar warnet untuk membeli makanan.

      Pengalaman unik saya:

      Saya pernah datang ke warnet tersebut pada pukul 5 pagi. Saya pakai komputer selama 1 jam, yakni sampai jam 6 pagi. artinya biaya sewa warnet adalah Rp. 1.500 saja.

      Tapi 15 menit pertama saya pesan indomie telor seharga 5.000 dan setelah itu supaya nggak ngantuk saya pesan kopi hitam kental seharga Rp 3.000.

      jadi saya bayar sewa warnet rp. 1.500 dan bayar makanan Rp. 8.000. walah ….

      Ternyata biaya yang saya keluarkan untuk makanan lebih besar daripada biaya sewa warnet saya.

      dari hal itu saya mulai menyadari, ternyata kantin di dalam warnet tsb merupakan salah satu mesin uang mereka. Selain pelayannya ramah, menu makana juga bervariasi, dan ada menu yang dimasak (jadi masih panas, seperi indomie telor, nasi goreng, roti panggang dll).

      Kembali ke pertanyaan diatas, sayapikir, jasa warnet selain bisa digabungkan dengan jualan makanan/ minuman/ voucher, juga bisa di pakai untuk “kursus komputer”.

      Biasanya pada pagi hari, pelanggan masih sepi. bisa buat kursus komputer, misalnya ms word, excell, powerpoint dll yang di jual perpaket (dalam 12 kali pertemuan). yang perlu disiapkan adalah tutor pengajarnya. bisa kerjasama bagi hasil dengan si tutor.

      atau coba jalin kerjasama dengan sebuah sekolah, siapa tahu ada yang bemrinat. namun harganya kurusu per paket harus agak miring. Yang penting, komputer tidak nggaggur percuma nggak ada yang nyewa, karena bisasanya bayar ke provider tetap perbulan.

      Mungki ini sedikit sharing dari saya, dan mohon maaf kalau comment saya terlalu panjang dan ada sedikit ‘curhat’nya. he..he… :)

      Untuk rekan-rekan yang berbisnis warnet, …tetap semangat dan terus lakukan evaluasi dan inovasi layanan.

      sukses selalu

      Salam Jabat Erat

      Simon
      -panelbusiness.com-
      ——————-

  24. siti says:

    thanks bang simon, sharing yang luar biasa, saya jadi terinspirasi dgn cerita abang, saya jg punya warnet kecil2an, smoga kelak warnet yg saya rintis bisa sperti yg abang critakan, thanks alot

  25. [...] gede dong! Puluhan juta paling nggak.” Eits, tunggu dulu tidak harus puluhan juta untuk bisa buka warnet ini. Memang iya sih kalo warnet yang standar (seperti yang banyak disekitar kita, modalnya) bisa [...]

  26. [...] gede dong! Puluhan juta paling nggak.” Eits, tunggu dulu tidak harus puluhan juta untuk bisa buka warnet ini. Memang iya sih kalo warnet yang standar (seperti yang banyak disekitar kita, modalnya) bisa [...]

banner sabunherbalku.com
pusat grosir pakaian murah mulai 070814 hingga 091114
Herbeauty Masker, Masker Wajah Alami
Facebook kita