Keuangan Usaha Anda Sakit? Gunakan 5 Tips Ini!

Halo entrepreneur, apa kabar?

Keadaan perekonomian dunia lagi gonjang-ganjing, banyak keluhan dari teman-teman UKM soal lesunya pasar, mahalnya bahan baku, dan ketatnya aturan perpajakan yang sepertinya tidak mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Banyak juga yang lebih berat lagi keluhannya, soal beratnya memutar cash flow, besar pasak dari pada tiang, usahanya terancam bangkrut. Bagaimana ini?

Jika keuangan usaha anda sakit, berikut ini adalah tips-tips yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya.

Hampir setiap pengusaha tentu mengharapkan kondisi keuangan usahanya dalam keadaan baik-baik saja. Akan tetapi, siapa yang menyangka bila dikemudian hari kita menemukan kondisi dimana keuangan usaha kita kurang sehat sehingga operasional bisnis kita tak bisa berjalan dengan lancar.

Menghadapi kondisi seperti ini, tentunya tak semua pengusaha bisa melaluinya dengan baik. Nah, agar tak salah langkah dalam mengambil keputusan di saat kondisi keuangan usaha sedang sulit berikut ini ada beberapa tips keuangan usaha yang bisa Anda jalankan.

Cara memperoleh modal bisnis anda

5 Tips Memperbaiki keuangan Usaha yang sedang Sakit

1. Dongkrak penjualan produk

Mengingat kondisi keuangan Anda sedang kurang sehat, maka hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah meningkatkan penjualan produk untuk menutup kekurangan usaha. Dalam hal ini, Anda bisa memanfaatkan strategi promosi online untuk menghemat anggaran iklan.

2. Tekan biaya operasional

Salah satu factor yang menyebabkan kondisi keuangan kita minus adalah kurang bijaknya kita dalam mengatur anggaran operasional. Oleh sebab itu, lakukan efisiensi dalam setiap lini kegiatan operasional usaha agar waktu, tenaga, dan biaya perusahaan Anda tak terbuang sia-sia.

3. Hindari pembayaran sistem tempo

Ketika kondisi keuangan usaha kita sedang sulit, maka hal utama yang perlu Anda hindari adalah menolak sistem pembayaran jatuh tempo. Usahakan untuk meminta pelanggan atau konsumen kita untuk melakukan transaksi pembayaran secara tunai (cash), agar perputaran uang Anda bisa berjalan dengan lancar.

4. Jalin kerjasama dengan para supplier

Untuk menghemat biaya, Anda bisa menjalin kerjasama dengan para supplier menggunakan sistem konsinyasi (titip jual) atau sistem kredit (pembayaran dilakukan di akhir bulan). Dengan begitu, Anda masih bisa mengoptimalkan stok produk dan menggunakan sisa modal yang ada untuk menutupi keperluan lainnya terlebih dahulu.

5. Jangan tergiur tawaran investasi yang belum terpercaya

Hampir sebagian besar pengusaha mengalami kondisi keuangan usaha yang kurang sehat karena mereka terjebak pada tawaran investasi yang bernilai besar namun hasilnya tidak sesuai dengan perhitungan kita. Karenanya untuk mengantisipasi kemungkinan buruk tersebut, ada baiknya bila Anda lebih bijak dalam memilih tawaran investasi.

Perlu diingat, entrepreneur adalah dunia ketidakpastian, maka jangan jaminkan sesuatu yang pasti pada yang tidak pasti. Menambah hutang untuk menambal kekurangan dana operasional sangat beresiko. Karena hutang apalagi hutang bank, itu pasti. pasti cicilannya, sementara bisnis kita sedang turun, dan kekurangan dana operasional. Sungguh tidak saya rekomendasikan melakukan hal itu. Berbeda halnya jika hutang digunakan bukan untuk menambal kekurangan biaya operasional, itu beda dan ada hitung-hitungannya tersendiri.

Semoga berguna……

iklan sejak 19 Sept 2016 hingga 20 jan 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *