BAGAIMANA MEMBUAT BISNIS YANG SPESIFIK

Alhamdulillah, MEMBUAT  BISNIS YANG SPESIFIK

Alhamdulillah, MEMBUAT BISNIS YANG SPESIFIK

Menyambung dari artikel sebelumnya, yang ini dan juga yang ini, kini kita masuk ke model bisnis yang ketiga.

Inilah bisnis yang betul-betul riil. Orang menyebutnya bisnis dari nol. Artinya kita melahirkan bisnis baru yang betul-betul baru ada dimuka bumi ini.Disini tidak ada unsur meniru atau memodifikasi, tetapi murni inovasi. Oleh karena orisininalitasnya dan belum ada duanya,maka bisnis jenis ini sering disebut sebagai bisnis pionir. Bisnis pionir seringkali memiliki kesempatan sukses lebih besar dibandingkan dengan bisnis follower. Bagaimana teknisnya? Mari kita lihat uraian dibawah ini :

BISNIS YANG MEMPUNYAI CIRI KHAS

Ciri khas pada bisnis kita adalah pembeda dengan bisnis lain yang sejenis. Ciri khas inilah yang menarik dan dicari konsumen. Contohnya adalah bisnis resto dengan menu khusus iga bakar. Selama ini kita mengenal menu resto dengan bahan baku iga adalah sop iga. Belum ada satupun pengusaha yang mampu membuat resep untuk iga bakar.

Pada saat pertama kali kita membuat iga bakar, resto kita pasti akan diserbu konsumen karena menu iga bakar itu tidak bisa didapatkan dari tempat lain selain resto kita. Selera masyarakat tentang daging bakar selama ini hanya terpuaskan dari ikan bakar, ayam bakar, bebek bakar dan sebagainya. Belum pernah ada yang menjual iga bakar.

Konsep bisnis seperti ini sukses diterapkan oleh seorang pengusaha di kota Yogyakarta. Dalam waktu singkat (tidak ada satu tahun), ia mampu membuka gerai Iga Bakar sampai tiga unit. Semuanya menggunakan model resto. Bayangkan saja investasi yang ditanam. Namun jika kita melihat bagaimana pembeli antri sejak makan siang sampai makan malam, wajar saja jika bisnisnya cepat berkembang.

Bisnis iga bakar adalah jenis bisnis baru dalam bidang daging bakar. Ciri khas yang ada disini adalah bahan bakunya yang tidak lazim, yakni iga sapi.

Siapa yang tidak suka daging sapi?

Apalagi jika dibakar dengan bumbu khusus yang membuatnya makin lezat untuk disantap. Pembeda inilah yang akhirnya menarik minat konsumen untuk membanjiri restonya.

Contoh lain adalah bisnis alat penghemat bahan bakar. Sepuluh tahun lalu, alat penghemat bahan bakar ini sama sekali tidak menarik minat masyarakat karena harga bensin sangat murah pada saat itu. Namun semenjak krisis ekonomi 1997 -1998, harga bensin naik seperti roket sampai kini. Ada pengusaha di kota Yogyakarta yang jeli melihat peluang krisis bahan bakar minyak tersebut. Ia melahirkan produk bernama Femax, yakni alat penghemat bahan bakar untuk motor dan mobil.

Awalnya usaha ini tidak semaju sekarang. Namun situasi dan kondisi yang tercipta akibat krisis bahan bakar minyak membuat bisnis itu berkembang besar saat ini. Merek Femax telah dikenal secara nasional. Ciri khas yang ada pada bisnis ini adalah jenis alat penghemat bahan bakarnya yang tidak berupa cairan. Namun berupa alat yang dipasang di mesin mobil atau motor sehingga tidak menyebabkan kerusakan mesin. Produk ini sulit ditiru karena oleh pemiliknya sudah dipatenkan.

Dua contoh tersebut diatas membuktikan bahwa bisnis yang memiliki ciri khas itu dapat berkembang dengan baik, bahkan melebihi perkembangan bisnis konvensional lainnya. Baik iga bakar maupun alat penghemat bahan bakar adalah buah dari inovasi.

Bagaimana proses melakukan inovasi itu?

Ingat pelajaran sebelumnya, bahwa bisnis itu bisa lahir dari pengamatan. Maka inovasi pun bisa lahir dari pengamatan. Coba amati bisnis yang sedang laris manis disekitar kita. Diantara bisnis-bisnis yang laris manis itu pasti ada celah-celah yang dapat kita manfaatkan karena kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Hasil pengamatan itu harus disinkronkan dengan visi kita jauh ke depan. Cara ini pasti akan menghasilkan sebuah produk yang luar biasa.

Contoh paling mudah adalah produsen handphone dari China yang melahirkan produk handphone televisi. Produsen handphone dari Eropa maupun Amerika hanya memproduksi handphone untuk keperluan komunikasi dua arah saja. Padahal kebutuhan masyarakat berkembang. Masyarakat juga membutuhkan hiburan. Peluang inilah yang ditangkap produsen handphone asal China. Mereka melakukan inovasi dengan membuat handphone-handohone yang dilengkapi tv tuner,sehingga handphone tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat bicara jarak jauh, namun juga dapat berfungsi sebagai sarana memperoleh informasi atau hiburan. Produk ini cukup laku di pasaran, terbukti dari dari iklan-iklan yang dipasang terus menerus dan model-model baru yang dilahirkan.

 

KEKUATAN (Strength)

Jika kita memilih jenis bisnis ini, kita memiliki produk yang berbeda dibandingkan dengan produk milik pebisnis lain. Produk yang berbeda dan disukai oleh konsumen inilah kekuatan kita yang sulit ditandingi oleh pebisnis lain, kecuali pebisnis lain itu mau bersusah payah melakukan inovasi tandingan. Meskipun demikian, kita tidak perlu kuatir, karena inovasi produk itu memerlukan waktu yang tidak sedikit. Artinya, selama calon pesaing melakukan riset untuk mendapatkan inovasi baru, kita dapat berusaha untuk mendapatkan pasar seluas-luasnya.

Kelemahan (Weakness)

Kemalasan adalah faktor utama penyebab kelemahan bisnis jenis ini . Mengapa? Sebab inovasi itu memerlukan ketelatenan, kesabaran, dan keuletan. Untuk membuat produk iga bakar itu tidak sekali coba langsung berhasil. Pasti dilakukan puluhan kali uji coba dengan resep yang berbeda-beda sampai akhirnya ditemukan formula yang tepat dan cocok di lidah semua orang. Orang yang tidak telaten, tidak sabaran dan tidak ulet akan menemui kegagalan dalam menjalankan bisnis jenis ini.

Peluang (Opportunity)

Oleh karena bisnis jenis ini memiliki produk hasil inovasi yang dibutuhkan oleh masyarakat luas, dapat dipastikan jika produk ini memiliki pangsa pasar yang besar. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan peluang yang ada ini dengan melakukan komunikasi pemasaran yang efektif.

Ancaman (Threat)

Ancaman terbesar datang dari rival yang merupakan follower. Produk inovatif sangat rawan pembajakan. Mengapa? Produk inovatif itu biasanya  harganya lumayan mahal. Disini berlaku hukum ekonomi secara otomatis, dimana terjadi permintaan banyak namun suplai barang sedikit, dapat dipastikan harga barang menjadi mahal. Untuk mengantisipasi produk pembajakan atau produk tiruan yang dijual dengan harga murah dan dapat mempengaruhi citra produk aslinya, maka segeralah daftarkan hak atas kekayaan intelektualnya pada Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan HAM. Kepemilikan HAKI ini memang tidak dapat memberangus semua pembajakan atau peniruan, namun setidaknya kita dapat melakukan aksi hukum untuk melindungi produk dan konsumen kita.

Kebutuhan Modal Finansial

Bisnis jenis ini memerlukan modal finansial yang agak besar dibandingkan bisnis model tiru dan modifikasi. Modal ini mayoritas akan tersedot untuk melakukan riset dalam rangka menghasilkan produk yang inovatif. Namun jangan kuatir, seringkali kita tidak sadar bahwa kita sudah mengeluarkan modal lumayan banyak jika kita menikmati pekerjaan ini. Sebab fokus kita bukanlah pada berapa banyak uang yang akan kita keluarkan, namun produk dengan kualitas seperti apa yang akan kita hasilkan.

 

Oke entrepreneur, kita lanjutkan lagi di artikel berikutnya, soal Apa dan bagaimana bisnis yang fokus hanya pada satu jenis bisnis saja. 

4 Comments

Aulia Eka Putra

Kalau seandainya kita yang baru memulai usaha, dan selalu berharap untuk mencapai omset, apakah mungkin kita harus fokus pada usaha yang spesifik. Saya ingin bertanya, bagaimana mewujudkan usaha yang spesifik tersebut bisa berjalan?

Reply
Pak Lurah

Aulia Eka Putra:
Kalau seandainya kita yang baru memulai usaha, dan selalu berharap untuk mencapai omset, apakah mungkin kita harus fokus pada usaha yang spesifik. Saya ingin bertanya, bagaimana mewujudkan usaha yang spesifik tersebut bisa berjalan?

Untuk jadi spesifik tapi modal kurang,lakukan sambil jalan..temukan ciri khas / pembeda sambil tetap terus menjalankan bisnis yang sudah ada. Riset…riset…riset…
Kretifitas dituntut disini.

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *