Panduan Bisnis: Bagaimana Berpartner Yang Baik dan Benar

Pernahkah anda membuka usaha bersama?

Yup, duit sering menjadi pemicu keributan, apapun alasannya yang dikeluarkan mulut. Saat baru membuka bisnis, Anda berdua atau bertiga adalah sahabat karib. Anda sudah merasa akrab satu sama lain, dan akhirnya mencoba peruntungan membuka bisnis bersama, dengan harapan bisa sukses bersama pula.

Jika buka Usaha Bersama, harus jelas siapa Jendralnya

Jika buka Usaha Bersama, harus jelas siapa Jendralnya

Namun, justru kesetaraan itulah yang sering kali berbuntut keributan, karena tidak jelasnya hierarki kepemimpinan dan hierarchy respective yang ketat. Artinya, secara tidak langsung kesetaraan anda dan partner anda telah menyebabkan mis-manage dalam tim. Kecuali anda semua yang berpartner itu memiliki kedewasaan berpikir dan bisa selamanya saling memahami kekurangan masing-masing.

Saat tak bicara bisnis, mungkin kalian bersahabat sangat baik, tapi begitu ngomongin bisnis, malah ribut melulu… 🙂

Penting! Tentukan siapa Jendralnya dari Awal

Jika tidak ada kejelasan siapa yang jadi Jenderal yang memegang kendali keputusan, selain sering bikin ribut atau perdebatan yang tak berujung atau jadi lambat memutuskan keputusan strategis, karyawan juga bingung.

Biasanya, saat perusahaan dalam kondisi bagus dan untung, semua mau jadi pemimpin. Giliran saat perusahaan rugi, biasanya saling lepas tangan, bahkan mulai dah berebut aset cari selamat.

Tentukan siapa Jendralnya, fokuslah pada tujuan, bukan ego atau pengakuan. Seorang pemimpin yang baik pastilah seorang pemain tim yang hebat.

Sebenarnya Siapa yang Rugi?

Salah seorang pernah curhat kepada saya tentang rekan bisnisnya. Dia merasa kecewa karena rekan bisnisnya yang semula berjanji akan berjuang bersama, di tengah jalan menjadi pasif. la merasa rugi karena ia telah bekerja jauh lebih keras dibanding rekannya. Ia bangun di pagi hari, berjuang mencari pelanggan, melobi supplier untuk memberikan utangan barang, sampai mengantar dan menyangkat barang pun ia yang melakukannya. Tapi di ujung-ujungnya, rekannya mendapatkan bagi hasil  sama dengan dirinya.

Dengan muka merah ia berkata, “Sungguh tidak adil… Harusnya aku mendapat lebih besar bagi hasilnya dari dia, bahkan bisa seluruhnya. Toh dia tidak melakukan apa pun!”.

Setelah ia usai menumpahkan unek-uneknya, saya pun berkata, “Seharusnya kawan Anda yang rugi donk!”

Kemudian ia bertanya, “Rugi apanya? Wong dia nggak kerja apa-apa kok dapat bagian sama dengan saya?!”

Terus saya sambung pembicaraan saya, “Coba renungkan, apa yang Anda dapatkan sebenarnya jauh lebih besar daripada kawan Anda. Saat Anda menjalankan usaha itu, Anda telah melatih diri Anda menjadi lebih terampil. Anda juga telah membuka jaringan bisnis yang tadinga tidak ada. Tampa sengaja Anda pun telah membangun reputasi Anda di dunia usaha. Bukankah keterampilan, kredibilitas, dan jaringan adalah modal utama dalam menjalankan usaha?

Jadi sebenarnga kawan Anda yang rugi, karena hanya mendapatkan uangnya saja!”

Ambil Hikmahnya, Jangan Kapok Bekerjasama!

“Sungguh tidak ada yang sia-sia setiap kejadian pada diri kita, asalkan kita mampu mengambil makna positifnya. . . “

Menyalahkan orang lain tanpa memperbaiki kualitas diri sendiri akan membuat Anda mengulangi pola kegagalan terus-menerus. Tertipu lagi, tertipu lagi…

 Atau mungkin berikrar, “Aku berjanji tak akan ber partner dengan siapa pun!”

Boleh saja, itu pilihan bagi Anda yang tak mau bertumbuh. . .

Ingat: Segala sesuatu, ada ilmunya!

Brand baru pak Lurah: Sabun Herbal Aneila, sabun herbal terbaik sepanjang masa

Brand baru pak Lurah: Sabun Herbal Aneila, sabun herbal terbaik sepanjang masa

Sumber:

Kitab Anti bangkrut – Jaya Setyabudi

iklan sejak 19 Sept 2016 hingga 20 jan 2017

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *