Panduan Bisnis: KEKELIRUAN LANJUTAN PEDAGANG YANG INGIN BERBISNIS

Panduan Wirausaha: Salah memahami makna, hasil actionnya juga berbeda

Panduan Wirausaha: Salah memahami makna, hasil actionnya juga berbeda

Pada posting sebelumnya telah dijelaskan perbedaan antara “Berdagang” dan “Berbisnis”.

Keliru  memahami mindset ini, maka akan memicu keliru-keliru lain yang sangat fatal akibatnya. Seperti dijelaskan, pengusaha kecil, seringkali telah menganggap diri mereka telah melakukan bisnis, padahal sejatinya meraka barulah jadi pedagang saja.

Apa saja kekeliruan lanjutan yang terjadi ? Oke, kita lanjutkan  ya…..
KEKELIRUAN LANJUTAN PEDAGANG YANG INGIN BERBISNIS

– Ingin mendapatkan hasil besar dalam waktu singkat

Banyak orang yang ingin berbisnis berpikir bahwa menjadi seorang pewirausaha dapat menyelesaikan permasalahan keuangannya dalam waktu singkat. Pikiran seperti ini akan sangat mempengaruhi tindakan kita dalam berbisnis. Sehingga, demi memenuhi target mendapatkan hasil besar dalam waktu singkat, segala cara dihalalkan. Misalnya, produk yang masih “lemah” kualitas dan brand nya dipaksakan masuk pasar tanpa nilai tambah apapun. Akibatnya bisa ditebak, produk tidak laku, atau banjir komplain dari pelanggan.

Strategi marketing juga kadang dilakukan serampangan dengan jor-joran penetrasi pasar kemana-mana tanpa dukungan kapasitas manajemen. Bukan untung besar yang didapat, tapi badai besar akan dituai. Maka, jangan berpikir akan mengambil untung besar dalam waktu singkat. Lakukan segala prosesnya, nikmati, perbaiki sistemnya sembari berjalan. Jangan tergesa-gesa. Ingat kata kuncinya: “SEGERA BERTINDAK” itu berbeda dengan “TERGESA-GESA”.

 

– Persiapan mental investasi yang salah, yaitu berinvestasi Jangka Pendek

Mental seorang pedagang -yang bepikiran jangka pendek- tidak akan mampu menghadapi tekanan dalam dunia bisnis yang sesungguhnya. Pedagang menginvestasikan uangnya untuk jangka pendek, sehingga perputaran uangnya cepat, bahkan sangat cepat. Padahal seorang pebisnis berinvestasi untuk jangka panjang, sehingga perputaran uangnya terlihat lambat. Jika salah mengantisipasi keadaan, salah memutuskan reaksi terhadap usaha kita, dalam waktu satu dua tahun kita akan bangkrut karena modal belum lagi kembali, sedangkan operasional dikeluarkan tiap bulan. Hal ini sering dialami oleh wirausahawan pemula yang mengandalkan permodalan usahanya dari hutang jangka pendek seperti KTA atau kartu kredit.

Menjadi pebisnis, mesti siap mental untuk melakukan investasi dalam jangka panjang dan memperhitungkan segala kemungkinan yang bisa terjadi setiap hari, setiap minggu, selama periode pengembalian modal (BEP) belum tercapai.

 

– Pedagang bekerja sendirian

Pedagang biasa bekerja sendirian. Jikapun mempunyai karyawan, biasanya hanya karyawan yang dia persiapkan untuk membantu pekerjaannya saja, bukan sebagai pengembang usahanya. Mestinya, seorang pebisnis tidak dapat bekerja sendirian karena permasalahan yang dihadapi sangat kompleks. Pebisnis harus segera membuat dan membentuk organisasi, dan dia adalah pemimpin organisasi itu. Ironis, banyak pelaku usaha yang bisnisnya mulai berkembang, namun tetap saja bekerja sendiri. Sistem manajeman yang diterapkan adalah sistem sentralisasi, diamana semua simpul manajemen mengarah hanya pada dirinya sendiri. Pebisnis yang sejati harus menerapkan sistem manajemen yang desentralisasi.

Menerapkan sentralisasi manajemen seperti ini akan berakibat fatal. Begitu si pengusaha sakit, atau salah mengambilkeputusan, maka bisnisnya pun ikut sakit dan salah.

Maka, segera “DELEGASIKAN” bisnis anda….SEGERA! percayakan pada orang lain untuk mengembangkannya..delegasikan…delegasikan….delegasikan…

Simpulan:

Lihatlah, betapa fatalnya akibat dari keliru menterjemahkan “BERDAGANG” dan “BERBISNIS”. Taruhannya sangat besar, masa kini dan masa depan kita, bos!!!
Gambaran ini, setidaknya dapat membantu kita mulai memikirkan secara jelas konsep-konsep manajemen yang kita anut dalam usaha kita. Sehingga kita mampu membangun setahap-demi setahap kerajaan bisnis kita.

….fokus pada harta (keuntungan sesaat), membuat kamu lelah, tapi fokuslah pada manfaat dan membangun relasi, ini sangat jangka panjang…dan begitulah seharusnya seorang pebisnis…..

Dalam memulai bisnis, yang terpenting adalah keberanian dan kecepatan…

Terus, soal kesempurnaan? akan nyusul sambil jalan. Nah, sekarang saatnya kita sempurnakan! Ayo wirausahawan muda…kita sempurnakan segera usaha kita…..

 

iklan sejak 19 Sept 2016 hingga 20 jan 2017

23 Comments

erwin

saya ingin bertanya pak,apakah yg saya tangkap ini salah atau tidak dari saya membaca artikel tsb. jd kalo berbisnis itu apakah perlu modal besar jika berbisnis hrs membangun organisasi? kan kalo organisasi itu jelasnya bnyak anggota yg btuh operasional. jika dibandingkan dgn seseorang yg bru memulai usaha/dagang kecil-kecilan tentunya modal jg terjangkau bagi kalangan menengah-kebawah. yg saya mau tanyakan pertama apakah berbisnis hrus dgn modal besar? dan apakah dari usaha/dagang kecil-kecilan nantinya bisa berbisnis dgn membangun organisasi? trimakasih.. 😀

Reply
Pak Lurah

Ya kalau berbisnis itu kita sudah bicara soal visi. Kalau pengusaha pemula, berdaganglah dahulu, modal seadanya, VISINYA yang dibesarkan. Artinya pedagang harus berpikir meningkatkan levelnya menjadi pebisnis dengan mempersiapkan usahanya menjadi besar dengan mulai mempersiapkan penataan manajemen yang benar, menambah modal dari hasil usahanya sedikit-demi sedikit. Tundalah menikmati keuntungan untuk hal-hal konsuntif, tapi gunakanlah euntungan untuk memutarkembali usaha anda agar visi menjadi sebuah “BISNIS” tercapai.

Reply
moch kasmiran

begini Pak, awalnya 15 th yang lalu saya berusaha ada yang berhasil dan pernah gagal. sekarang saya fokus pd kegiatan belajar di smk mapel kewirausahaan. Kedepan saya tuangkan dalam bentuk usaha rintisan antara teori dan bentuk “usaha nyata” pengembangan program studi
dengan peluang yang ada. terimkasih

Reply
PakLurah

moch kasmiran:
begini Pak, awalnya 15 th yang lalu saya berusaha ada yang berhasil dan pernah gagal. sekarang saya fokus pd kegiatan belajar di smk mapel kewirausahaan. Kedepan saya tuangkan dalam bentuk usaha rintisan antara teori dan bentuk “usaha nyata” pengembangan program studi
dengan peluang yang ada. terimkasih

keren pak….selamat membangun generasi wirausaha!

Reply
ifan surya

saya sudah 5 thn memiliki usaha counter hp, tp spertinya usaha saya sperti tdk berkembang malah menurun bs di lihat dari stok barang berupa accessories n handphone yg semakin sedikit bahkan hp cina sdh kosong, ini diakibatkan oleh lesunya pasar, tdk stabilnya harga hp(dlm sminggu bs turun 5-15rban/unit), n distirbutor sekarang meminta pembayaran cash, dengan adanya resiko n permasalahan tersebut bagaiman cara mengatasinya? mohon pencerahannya. Sebelum n n sesudahnya saya ucapkan terimakasih

Reply
Pak Lurah

ramli,
Malam…
Saya tidak mengerti apakah ada aturan PNS boleh atau tidak berbisnis.

Tapi pada dasarnya, siapapun bisa jadi pebisnis, asal mau melakukan proses bisnis….

Reply
Pak Lurah

ifan surya,
Lakukan Inovasi segera, sebelum turun beneran!
Bisa jadi dengan menambah layanan, atau membuka cabang baru. Atau bisa juga mulai memikirkan untuk merintis bisnis berbeda sambil tetap menjalankan bisnis yg sekarang

Reply
Macks Man

Segeeeeeeer banget pak Lurah, pasti kalu upin ipin yg baca posting ini pasti bilang ” betul….betul….betul”.Begitupun dgn Boboboy pasti akan bilang ” terbaik “.Mas Indro jg pasti akan bilang ” kompor gas nich pak Lurah “.Klau Sahrini pasti bilang ” Cetar membahana badai “.

Reply
abu abdurrahman

terima kasih utk ilmunya, tpi ada 1 pertanyaan Pak. Sy sdg mmulai bisnis es 1 minggu ini dg cara menitipkn k skolah2. Alhamdulillah sdh ada 9 titik tempat yg sdh sy lobi & sy sdh punya pegawai 1, tpi sy msh ksulitan dlm mndelegasikan utk mngembangkan usaha sy (dg promosi k skolah lain, atau saat akan mnambah jml es yg dtitipkan). scr pendidikan sbenarny sdh cukup (krn dr S1) tpi scr mental sptnya pegawai sy blm siap utk negosiasi dg pihak skolah. Bgmn sokusinya Pak? trmksh

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *