Panduan Membeli Waralaba: Uji Kesiapan Diri dengan 6 Pertanyaan Ini

Ini adalah bagian ke-3 dari 10 artikel serial panduan waralaba: Menguji Kesiapan Diri

Hal-hal apakah yang perlu dilakukan untuk menguji persiapan diri?

Membeli sebuah waralaba membutuhkan persiapan diri, terutama bagi anda yang selama ini sudah nyaman sebagai seorang karyawan. Ada perbedaan suasana ketika menjadi karyawan dan saat mempunyai dan menjalankan bisnis, meski itu bisnis waralaba yang secara teknis sudah siap dengan brand dan sistemnya.

Ketika berencana untuk membeli waralaba, anda mungkin merasa sudah siap untuk menjalankan usaha tersebut. Eits, berkaca dulu. Cek kembali kesiapan anda:

Pertama:
Apakah anda sudah siap menjadi seorang wirausaha?
Asal tahu saja, bagi anda yang belum terbiasa dan baru pertama kali menjadi pemilik usaha, tentunya mempunyai resiko kegagalan jauh lebih besar dari yang sudah pernah menjadi wirausaha sebelumnya. Siapkah mental anda menghadapi itu?

Kedua:
Apakah anda menyukai cara berbisnis dengan sistem waralaba? Coba tanyakan kembali pada diri anda, apakah karakter anda cocok untuk mengelola bisnis waralaba. Pastikan anda mampu mengikuti sistem, SOP, dan aturan main yang sudah digariskan oleh pemilik merek.

data base toko online 1nop-2des17

Ketiga:
Apakah anda mampu membina hubungan dan berinteraksi dengan banyak orang? Menjadi pemilik usaha waralaba anda dituntut untuk bisa berinteraksi dengan banyak orang. Misalnya hubungan dengan karyawan, hubungan dengan pemilik merek, suplier maupun dengan pelanggan anda.

Keempat:
Apakah anda memiliki leadership untuk memimpin dan mengelola bisnis, karyawan dengan berbagai latar belakang? Pernahkah anda memiliki seorang bawahan? Tanyakan kembali dan pelajari pola-pola leadership dari banyak sumber.

Kelima:
Apakah anda mempunyai modal yang cukup untuk menjalankan usaha waralaba? Banyak usaha waralaba gagal karena kekurangan modal kerja ditengah jalan. Jadi, untuk menambah besar peluang sukses, sebaiknya anda mempunyai dana cadangan.

Keenam:
Apakah anda berbisnis waralaba sudah disetujui dan didukung oleh keluarga, istri atau suami? Seberapa besar mereka mendukung anda? Dan cari taulah bagaimana sikap mereka jika bisnis itu gagal.

Jika jawabab-jawaban atas 6 pertanyaan tadi positif, segeralah melakukan seleksi penawaran waralaba.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *