Panduan Memulai Usaha: Re-Branding atau Re-Packing

Untuk memulai sebuah usaha, sangat dibutuhkan kejelian dan kreatifitas.  Modal-modal bisnis itu bisa berupa UANG, KEAHLIAN, JARINGAN dan sebagainya. Tapi gak perlu khawatir, karena semua bisa diakali. Begini:

Sekecil apapun bisnis pasti pake modal uang, tapi ga harus uang kita!!

Bisnis itu bisa pake modal dengkul, ga punya dengkulpun bisa pake dengkul orang lain.

Bisnis itu bisa modal otak doang, ga punya otak pun bisa pake otak orang lain.

Bisnis itu bisa pake modal keahlian, ga punya keahlian pun bisa pake keahlian orang lain.

Bisnis itu bisa modal jaringan, ga punya jaringan pun bisa pake jaringan orang lain.

Bisnis itu bisa modal ide, ga punya ide pun bisa pake ide orang lain.

Bisnis itu bisa hanya modal jempol, ga punya jempol pun bisa pake jempol orang lain.

Yang penting ada kemauan. Bahkan, jika tidak ada kemauan, bisa pinjem kemauan orang lain juga lho…hehehehehe.

Oke, sekarang kemauan udah ada, tinggal actionnya. Ya kan? Oke kita bahas soal re-branding atau re-packing aja yang paling mudah. Seperti ini:

RE-BRANDING dan RE-PACKING

Coba amati di alfa mart atau indomart. Mereka jual kue kering dengan brand Alfa Mart/Indomart, apa mereka punya pabrik kue? TIDAK!!

Itulah re-branding atau re-packing, kita bisa bisnis apapun tanpa kita harus punya pabriknya lebih dulu. Anda cari produk yang mau anda jual lalu bikin brand dan kemaslah produk itu dengan brand anda.

Mau bisnis kecap ga perlu bikin pabrik dulu, cukupbeli kecap ABC bikin kemasan lebih kecil ganti dengan brand anda misal kecap DEF 🙂

Beli semen 3 roda 1 zak isi 50kg, kemas ulang dengan berat lebih kecil misal 1kg, bikin kemasan dengan brand anda misal semen 4 roda 🙂

Beli keripik dalam jumlah besar, biasanya per bal, bikin kemasan lebih kecil dengan brand yang unik dan menarik.

Kalau kecap ABC anda borong se pabrik, masa ABC mau penjarain anda? Orang produk dia dibeli ko, yang ada malah dia seneng 🙂

Yang tidak boleh itu isinya produk anda sendiri, tapi anda pake brand ABC. Itu yang melanggar!! INI PEMALSUAN..

Intinya anda punya brand dan buat kemasan yang menarik lalu fokuslah di marketing.
Sumber: kuliah twitter dari 7 keajaiban rezeki.

20 Comments

Pak Lurah

Oka Mahendra,

kalau buku berbeda dengan produk….
Kalau buku anda membeli hak ciptanya, bukan hanya produk fisiknya. Itu berlaku juga untuk produk-produk lain seperti desain baju, desain kaos, yg intinya orang tidak membeli bajunya/kaosnya saja tapi desainnya.

Kalau untuk produk, tidak melanggar….

Reply
Fitri Ulandari Koto

Kalo re packaging atau re branding, bole ga kita mggunakan p irt dr kmsan mrk? Apakah itu salah satu melanggar prosedur? Karna kita hanya mggunakan p irt dan produk mrk, tp brand dan packagig merek kita sndiri. Makasih

Reply
Ahmadi Amrun

untuk menggunakan PIRT, maka anda harus mencantumkan produsennya di kemasan baru anda, misal: Diproduksi oleh PT.ABC dikemas kembali oleh ANDA.

Tapi tidak berlaku untuk BPOM, karena BPOM terkait dengan nama merek. BPOM hanya boleh dicantumkan sesuai nama merek saat didaftarkan

Reply
alfi zunaedi

Permisi sebelum nya
Berarti tak ada masalah ya ,, ketika repacking mengenakan informasi produk milik mereka kemdian kita ganti dengan brand sendiri

Reply
Yoseph Gordon Partogi Tambunan

Berarti Repackaging/ rebranding lebih condong ke penggunaan produk org lain dijadikan produk sendiri. Saya mau tanya, contoh : saya membeli sebungkus kripik singkong asin dengan merk Salero kito, kemudian saya ingin mengubah kripik singkong asin itu menjadi kripik singkong pedas dan kemudian mengubah merk menjadi Best Friend Forever. Pertanyaannya ;1. Apakah itu termasuk repackaging/ rebranding? Jika termasuk, apakah hal tersebut tidak menyalahi aturan? Mohon dijawab. Terima kasih.

Reply
wisnu fajar

Mohon maaf sy ingin mengajukan beberapa pertanyaan:
1. Sy ingin repacking dan rebranding produk makanan (abon sapi), apakah hal tsb dibenarkan dlm hukum? Ada aturan larangannya tidak ya?
2. Dalam label yg saya buat apakah hrs mendaftar kan lagi di BPOM, MUI, dan P-IRT sebelum memasarkannya? Ada tidak aturan yg mengatur hal tsb?
3. Bagaimana jika label dgn merek saya menjiplak nomor ijin BPOM,MUI, P-IRT produk sebelumnya?
Terimakasih atas bantuannya, pahala menyertai anda 🙂

Reply
Ahmadi Amrun

1. repacking re branding tidak dilarang secara hukum apapun
2. Bpom sebaiknya jangan dicantumkan, karena BPOM terkait merek, jadi jika di rebranding, BPOM tidak berlaku, kalau PIRT masih boleh dan dikemasan baru ditulis: Diproduksi oleh: “merekLama” dan dikemas kembali oleh “merek anda”
3. sama seperti nomor 2

Reply
Indriani

Gan kalo seandainya kasus saya gini :
Produk : selai nanas 30kg
Merek awal sudah ada BPOM

Jika saya repack kemasan 1 kg, kan jangan mencantumkan BPOM nya, jadi nomor produksi yang saya cantumkan apa? apa kita harus bikin Ijin sendiri / BPOM sendiri.

Tanpa kode produksi, cuma diproduksi PT lama dan dikemas oleh PT kita boleh?
Saya ga ganti merek. Jadi dari kemasan gede dibungkus kecil2 pake plastik biasa + sticker aja.

Seandainya kalo saya mau ubah / rebranding, apa saya harus ada ijin sendiri (perusahaan lama sdh BPOM, Nomornya ga bisa dipake). Kalo hsrus, PIRT boleh ga?

Mohon pecerahannya

Reply
Indriani

Gan seandainya kasus saya gini :
Produk : selai nanas 30kg
Merek awal sudah ada BPOM

Jika saya repack kemasan 1 kg, kan jangan mencantumkan BPOM nya, jadi nomor produksi yang saya cantumkan apa? apa kita harus bikin Ijin sendiri / BPOM sendiri.

Tanpa kode produksi, cuma diproduksi PT lama dan dikemas oleh PT kita boleh?
Saya ga ganti merek. Jadi dari kemasan gede dibungkus kecil2 pake plastik biasa + sticker aja.

Seandainya kalo saya mau ubah / rebranding, apa saya harus ada ijin sendiri (perusahaan lama sdh BPOM, Nomornya ga bisa dipake). Kalo hsrus, PIRT boleh ga?

Mohon pecerahannya

Reply
Aldi

Jika repackaging tidak dilarng bagaimana dg merk yg kita buat senditi itu, boleh beredar atw tidak? Mohon jawabanya

Reply
Aldi

Jika saya ingin membuat usaha repackaging ijin dari mana aja yg harus saya urus..? Mohon penjelasanya

Reply
binti

jika ingin membuat usaha repacking, yang bisa mengeluarkan ijin siapa dan syaratnya apa saja ?mohon penjelasan

Reply
Bruce

Membalas respon lama dari bulan Januari:

“2. Bpom sebaiknya jangan dicantumkan, karena BPOM terkait merek, jadi jika di rebranding, BPOM tidak berlaku, kalau PIRT masih boleh dan dikemasan baru ditulis: Diproduksi oleh: “merekLama” dan dikemas kembali oleh “merek anda”

Jika rebranding, BPOM tidak berlaku = Saya tidak bisa pakai BPOM nya merek lama. OK. Tapi bisakah saya meminta BPOM baru untuk merk saya sendiri dengan basis usaha repacking seperti ini?

PIRT : Saya tinggal tulis: Diproduksi oleh Merk Lama xxxx dikemas kembali oleh *merk saya* dengan P-IRTnya merk lama?

Terima kasih klarifikasinya!

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *