Panduan Waralaba: 6 Syarat Usaha Waralaba

Sering saya temui orang ingin keluar dari rutinitas kepegawaian untuk membangun bisnis. Namun bisnis itu bukanlah hal yang sederhana, karena kerja lebih keras justru diperlukan, untuk meminimalisir resiko kerugian. Memang, dibandingkan hanya menjadi karyawan, mempunyai bisnis lebih memungkinkan membuat seorang mungkin lebih cepat kaya.

Bagi pemula bisnis, sering sekali mereka gamang dan bingung harus memulai dari mana bisnis itu. Membeli bisnis waralaba menjadi solusi cepat, karena pada dasarnya waralaba itu hanya meng’copy’ sebuah bisnis yang sudah terbukti keberhasilannya. Sehingga secara hitungan matematis, resiko rugi dapat diperkecil kemungkinannya.

Waralaba merupakan opsi menarik, karena investasi anda masuk ke sebuah sistem yang mapan, teruji dan bahkan terbukti keberhasilannya. Dengan waralaba, bisnis anda akan dibimbing dan di dukung penuh oleh pemilik merek. Tidak sedikit kisah sukses dari orang pembeli waralaba. Namun sebelum memutuskan membeli waralaba, alangkah baiknya harus belajar dan mengerti betul bagaimana konsep bisnis waralaba itu. Pasalnya, di sini banyak yang mengaku-ngaku waralaba, padahal belum tentu bisnisnya dikategorikan waralaba. Bisa jadi hanya sekedar pola kemitraan, business opportunity (BO), ataupun hanya sekedar penggunaan merek.

Business Opportunity (BO) adalah cikal bakal dari waralaba atau franchise. BO adalah usaha yang baru berjalan dibawah 3 tahun, tetapi sudah menggunakan konsep waralaba dalam ekspansi usahanaya.

Lalu, bagaimana sih sebenarnya hukum waralaba di Indonesia itu?

Waralaba diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) no 42 tahun 2007. Dalam PP tersebut, usaha waralaba wajib memenuhi 6 kriteria waralaba. Apa saja kriteria itu?

Menurut PP no.42 tahun 2007, kriteria-kriteria itu adalah:

1. Memiliki Ciri Khas Usaha
Artinya, usaha tersebut harus memiliki perbedaan atau keunggulan yang tidak mudah ditiru oleh usaha sejenis.

2. Sudah terbukti memberikan keuntungan
Artinya, usaha itu sebelum diwaralabakan harus terbukti telah sukses dan memberikan keuntungan dan dijalankan oleh pemilik merek.

3. Memiliki standar atas pelayanan, barang atau jasa yang ditawarkan.
Maksudnya, usaha waralaba harus punya standar operasional prosedure (SOP) yang tertulis lengkap.

4. Mudah diajarkan dan diaplikasikan
Maksunya, usaha itu bisa dijalankan oleh orang lain kalau sudah diajarkan oleh pemilik merek.

5. Adanya dukungan yang berkesinambungan dari pemilik waralaba kepada pembeli waralaba.

6. Haka merek logo dan semacamnya telah terdaftar di HAKI.

Lebih detailnya tentang PP no.42 tahun 2007 ini dapat di lihat/didonlot di sini:

DOWNLOAD PP No.42 Tahun 2007

Semoga bermanfaat. Artikel ini akan kita lanjutkan di artikel-artikel mendatang:

- Alasan Utama Membeli Waralaba

- Uji Kesiapan Diri Sebelum Membeli Waralaba

- Step by step Membeli Waralaba

- Investigate Before Investing

- Memilih Lokasi yang Strategis

- Menjadi Pewaralaba Ideal

- Franchisee Mistakes

- 20 Kunci Sukses Franchisee

- Kiat Sukses Sang Juara

 

Comments

  1. waduh mas Ahmadi makasih banyak nih panduannya. ini berguna bener ni buat saya. Lagi cari2 buat mewaralabakan saya punya bisnis. Memang hebat nih kampung wira usaha. maju terus :lol:

      (Quote)  (Reply)

banner sabunherbalku.com
pusat buat wesite murah mulai 070514 hingga 100814 oriflame hingga 27 juli 2014 pusat jilbab murah mulai 160414 hingga 190714
Herbeauty Masker, Masker Wajah Alami
Facebook kita