Panduan Wirausaha: 7 Langkah Mudah Mengurus CV

UNTUK MEMPERKUAT LANDASAN HUKUM atas usaha yang dijalankan, sebaiknya kita memiliki   badan usaha resmi. Commanditaire  Venootcshap atau CV (Perseroan Komanditer) berbeda dengan Perseroan   Terbatas.  CV berbentuk badan   usaha, sedangkan PT berbentuk badan   hukum.

“Tempat pengurusannya berbeda.   Pembuatan PT dilakukan di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia   (Dephumham), sedangkan pengurusan  CV cukup di pengadilan negeri,” ucap   Ivone, konsultan pengurusan CV dan   PT, dari CV Tamasolusi.

Kekayaan PT   terpisah dengan kekayaan pendirinya.   Sedangkan CV, kekayaan pendirinya   tidak bisa dipisahkan dari kekayaan CV. PT mensyaratkan modal minimal sebesar Rp 50 juta yang harus disetor ke kas perseroan. Sedangkan CV tidak ditentukan jumlah modal minimal. UKM banyak menggunakan CV untuk menjalankan roda usahanya.

Beberapa   langkah yang harus diketahui untuk mendirikan CV adalah sebagai berikut:

1. AKTA PENDIRIAN CV 

Akta ini dibuat dan ditandatangani oleh   notaris.

Persyaratannya:

• Menyertakan fotokopi KTP pendirinya.

• Prosesnya 1-2 hari kerja.

2. SURAT KETERANGAN   DOMISILI PERUSAHAAN.

Surat ini diajukan ke kelurahan setempat, sebagai bukti keterangan alamat perusahaan.

Persyaratan:

• Fotokopi kontrak/sewa tempat usaha   atau bukti kepemilikan tempat usaha

• Surat keterangan dan pemilik gedung apabila bedomisili di gedung perkantoran/pertokoan

• Fotokopi PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) tahun terakhir.

• Prosesnya 2 hari kerja setelah permohonan diajukan.

3. MEMBUAT NOMOR POKOK WAJIB PAJAK

Permohonan pendaftaran wajib pajak badan usaha diajukan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sesuai dengan domisili perusahaan. Selain mendapat kartu NPWP, nanti juga akan mendapat surat keterangan terdaftar sebagai wajib pajak.

Persyaratan:

• Lampiran bukti PPN (pajak pendapatan) atas sewa gedung

• Buktsi pelunasan PBB dan bukti kepemilikan atau bukti sewa/kontrak tempat usaha.

• Lama proses 2-3 hari kerja

4. SURAT PENGUKUHAN PENGUSAHA KENA PAJAK (SP-PKP).

Permohonan SP-PKP ini diajukan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sesuai dengan NPWP yang telah diterbitkan.

Persyaratan:

• Lampiran bukti PPN atas sewa gedung, bukti pelunasan PBB dan bukti kepemilikan/ sewa/kontrak tempat usaha.

• Proses memakan 3-5 hari kerja setelah diajukan.

5. MENDAFTAR KE PENGADILAN NEGERI (PN).

Permohonan diajukan ke bagian pendaftaran CV di PN setempat.

Persyaratan:

• Melampirkam NPWP dan salinan akta pendirian CV

• Proscsnya 1 hari kerja.

6. MENGURUS SURAT IJIN   USAHA PERDAGANGAN (SIUP).

Permohonan diajukan ke Dinas Perdagangan Kota/Kabupaten untuk golongan SIUP menengah dan kecil. Sedangkan SIUP besar diajukan ke Dinas Perdagangan Propinsi.

Persyaratannya:

• SITU (Surat Izin Tempat Usaha) / HO (Hinder Ordonantie atau Surat Ijin Gangguan)

• Pas foto direktur/pimpinan perusahaan ukuran 3×4 (2 lcmbar) berwarna.

• Proses untuk SIUP besar 30 hari,   scdangkan SIUP menengah dan kecil,   14 hari.

7. TANDA DAFTAR PERUSAHAAN (TDP).

Pendaftaran dilakukan ke Dinas Perdagangan yang berada di Kota/Kabupatcn   domisili perusahaann. Lama proses pengerjaan 14 hari kerja.   Keseluruhan biaya mendirikan CV bisa mcncapai Rp 3,5 juta.

Hasil yang kita dapatkan; e

Akta pendirian CV

Surat Keterangan Domisili Perusahaan,

NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak),

Pengesahan Pengadjlan,

SIUP (Surat   Izin Usaha Perdagangan) dan

TDP(T anda Daftar Perusahaan)

franchise keren cafeos

3 Comments

zack

wah bagus ini infonya, saya cari ini bgt, terima kasih.

doakan juga niat saya usaha, supaya lancar dan berkah juga sukses.amin

Reply
OKIANSYAH

saya punya budget sekitar 30 s/d 50 jt wilayah cilegon lg bingung mau usaha apa yg sementara saya jalankan saya karyawan swasta & istri uasaha home buat susu kedelai

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *