“Selamat siang, dengan Ahmadi disini, ada yang bisa dibantu?”

iklan dokter gigi nan kreatif
iklan dokter gigi nan kreatif

Suatu hari, saya mendapat telepon di kantor.
“Selamat siang,  dengan Ahmadi disini, ada yang bisa dibantu?”, sesuai standar pelayanan saya menjawab.
“Oh, Pak Ahmadi, kebetulan. Begini Pak, saya ada beli software bapak, tapi ada masalah.”
bla..bla..bla..bla…..obrolan berlanjut terus hingga akhirnya si penelepon membuat janji untuk bertemu dengan saya di kantor. Tidak ada yang aneh, semua proses ini sangat-sangat umum dan wajar. Namun, saat ‘beliau’ datang, barulah semuanya terkuak………:) Dan saya hampir saja marah dan hampir memutuskan untuk pergi saja meninggalkan ‘beliau’.
Loh, kok? Ada apa ya?

Sambil membawa sekeping CD (yang isinya copy software), berceritalah dia tentang masalahnya dengan software yang dia beli, dan menunjukkan banyak laporan “error”. Namun saya merasa asing dengan semua permasalahan itu, karena seingat saya, semua ‘bugs’ atau error yang disebutkan itu sudah tidak ada lagi. Ternyata…oh ternyata…..setelah ditanya sana-sini…..oalaaah…..pantesan aja….’beliau’ beli bukan dari saya. Tapi dari seseorang entah siapa yang ternyata mencoba menjual software saya secara illegal alias ‘BAJAKAN’. Sayangnya, yang di’bajak’ itu justru software versi pertama atau dalam istilah kerennya versi “beta” alias uji coba yang memang dulu saya bagikan secara gratis untuk diuji kelayakannya. Pantesan saja banyak error.
Wadowww….bayarnya ke orang lain, kok komplainnya ke saya…..wah payah ini..gak fair….sebel…sebel….Lalu saya tanya ‘beliau belinya berapa? dan dijawab…400 ribu….walah gendeng juga nih yang jual….Software gratisan, untuk uji coba kok di jual…..mahal lagi….
Akhirnya, kemarahan pun sirna berubah bentuk jadi ‘kasihan’.
Aduh, bapak ini telah ditipu orang.

Akhirnya, karena saya dan si bapak merasa sama-sama menjadi korban, kamipun menjadi akrab dan akhirnya saling memahami. Perbincanganpun jadi beralih dari masalah ketipu dan dibajak, menjadi berbagi cerita pengalaman hidup hingga memutuskan jadi “pengusaha”. Diakhir cerita, terjadilah sebuah “kesepakatan” atau “perjanjian kerjasama” yang menurut saya sangat luar biasa, dan nilainya lumayan besar untuk ukuran saya.

Dan, saya berceletuk kepada si Bapak,
“Wah, ada hikmahnya ternyata software saya dibajak, hak saya dan pekerja lain dicuri karena bajakan itu. Saya jadi ketemu sama Bapak, dan ‘deal’ ini terjadi. Alhamdulillah…”

Tiba-tiba sibapak malah melotot, dan bilang,”Iyah, enak di kamu…gak enak di saya. Masa mau ketemu kamu saja saya harus bayar dulu 400 ribu!”

Walah!!! iya juga ya? Hehehehehehe…..
“Makanya, show off, buka kantor/toko di tempat strategis! Jangan nyelempit kaya gini….”

Iya deh pak…..insya Allah….kalo sering-sering dapet proyekan dari bapak, kan saya cepet bisa beli toko di tempat strategis…..doakan saja ya, Pak. Hehehehe……

Oleh: Ahmadi Amrun

21 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.