Sarjana S1 yang Masih Menganggur Disuruh Wirausaha Ke Desa

Anda S1, dan masih menganggur?

Anda S1, dan berminat menjadi Wirausaha sambil membantu membangun desa?

Pemerintah menunggu kiprah anda, anda akan dilatih dan dibayar untuk itu!

Hubungi Kemenpora untuk Info lebih lanjut!

Pemerintah melalui Kemenpora mempunyai sebuah program yang sangat bagus untuk para lulusan S1 yang masih menganggur. Nama programnya PSP3 (Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan). Ini peluang besar bagi sarjana yang menganggur untuk jadi wirausahawan sambil membangun desa. Intinya, diberikan modal, pelatihan dan diterjunkan di desa-desa untuk jadi pemuda penggerak dengan kewirausahaan.

Untuk tahun ini, program ini sudah berjalan untuk yang ke-24 kali, dan ada 17 peserta yang lulus seleksi telah menjalani program selama delapan bulan. Pemuda-pemuda itu berasal dari 16 propinsi di seluruh Indonesia.

sabun cair goats milk Aneila

“Kemenpora memberi tempat belajar untuk anak-anak muda setelah S1. Dengan bekal akademik dan ilmu yang masih segar dari kampus, mereka diterjunkan untuk menggerakkan, mendampingi dan membuat masyarakat setempat jadi mandiri,” kata Amung Makmun didampingi Asisten Deputi Kepeloporan Kemenpora, Bandingan Daulay di Gedung Kemenpora, Jakarta.

Kemenpora tidak menempatkan pemuda-pemuda itu di daerah asalnya, misal kan, pesrta dari Sulawesi Tenggara ditempatkan di Maluku Utara. Tujuannya adalah agar ada pertukaran budaya, selain tujuan utamanya untuk menggerakkan masyarakat desa. Pemerintah sangat komit pada program ini. Untuk itu para peserta di lepas ke desa yang dituju, dibekali uang saku 4 juta rupiah per bulan, dan setiap 6 bulan akan mendapat bantuan sebesar 5 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya membangun bisnis dan masyarakat setempat.

“Tugas yang dilakukan membuat usaha dan menggerakkan masyarakat di desa itu. Contoh saja, peserta dari Sulawesi Tenggara yang ditugaskan ke Maluku Utara, sukses menggarap lahan satu hektare dengan tanaman tomat dan cabe keriting. Dia bahkan bisa ambil untung jutaan rupiah dari hasil panen. Usahanya juga jadi panutan warga setempat. Program seperti ini yang diharapkan bisa berlanjut selamanya,” ujar dia.

Sumber: Kemenpora