Tips 3 Cara Mengembangkan Bisnis Warnet Anda

Ada percakapan menarik dari warga di area komentar yang isinya ‘daging’. Ilmu yang bermanfaat dan siap kita sebarluaskan, semoga bermanfaat….

Tanya:
Saya mau minta bantuan saran
Saya sekarang lagi buka warnet..
Tapi pendapatan hanya dari warnet itu saja..
Apa ada bisnis lain yang bisa digabung dengan warnet..untuk mendongkrak pendapatan..?
Terimakasih

Jawab:

Kata “warnet” mengingatkan saya pada masa lalu, sekitar 6-7 tahun lalu. Kebetulan dulu saya pernah jadi penjaga warnet di sekitar mangga besar/ taman sari, Jakarta Barat. waktu itu lagi trend game ragnarok online,dan mungkin sekarang yang trend game lainnya.

Perkenalkan, Nama saya Simon, seorang blogger dengan alamat blog: panelbusiness.com

Sewaktu saya bekerja sebagai penjaga warnet, tugas saya sehari-hari adalah membersihkan warnet, mengepel, menyapu, menerima pembayaran dari penyewa warnet yang rata-rata anak sekolah dan sekaligus menjual minuman dingin/snack. Kebetulan bos mempercayakan hampir 90% pengelolaan warnet kepada saya.

Di warnet tempat saya bekerja, ada sekitar 24 PC, buka dari jam 9.00 – 00.00 tengah malam. Sewa perjam Rp. 3.000 (member) dan Rp. 3.500 (non member). Omzet kotor berkisar Rp 10 juta – 15 juta per bulan.

Kewajiban: bayar listrik, bayar telkom dan bayar provider. Plus bayar gaji saya dan seorang teman (karyawan hanya ada 2 orang ).

Saya tinggal di dalam (di kasih kamar di lantai 2), gaji saya sekitar 525.000/ bulan (waktu itu sekitar tahun 2003 – 2004. Jadi saya hidup harus berhemat banget… kalau nggak bisa di bilang “super ngirit”, soalnya waktu itu, sekali makan di Warteg kaki lima sekitar Rp. 3.000,- dengan lauk telor dadar yang di bagi 2. Harus tahan karena banyak lalat dan lalat hijau berkeliaran.

Namun Puji Tuhan karena saya pernah menjadi penjaga warnet, karena melalui bekerja di warnet itulah yang membuat saya mengenal dunia bisnis online.

Sekitar tahun 2005 (kalau nggak salah ingat) saya berhenti jadi penjaga warnet, dan mulai mencoba berjualan kaos kaki 3pcs/10.000,- di WTC mangga dua, walau tahun 2008 saya terpaksa gulung tikar dan pulang kampung ke Borneo.

Pengalaman saya sewaktu saya jadi penjaga warnet, yang saya lihat dapat digabungkan dengan jasa warnet adalah jual makanan, minuman dingin, dll. Selain itu, bisa juga jual pulsa/voucher hp.

Namun setelah saya berhenti jadi karyawan penjaga warnet, bos saya menutup usahanya (bukan karena rugi, tapi karena hal teknis lainnya), dan beralih ke bisnis makanan/ kuliner.

Beberapa waktu setelah saya berhenti jadi penjaga warnet, warnet tempat saya bekerja dulu telah tutup, lalu disekitar lokasi itu muncul sebuah warnet, yang nampaknya bermodal besar, dengan jumlah PC sekitar 100 PC.

-Lantai 1 = VIP. Tempat duduknya pakai sofa, jumlah PC kurang dari 10, akses cepat, harga rental Rp. 7.000,-/jam.

-Lantai 2 = Khusus tidak boleh merokok, pakai AC, ada sekitar 40 PC. harga rental= Rp. 2.500/jam dari jam 07.00 s/d 22.00. Dan Rp 1.500/jam dari jam 22.00 s/d 07.00. Billing akan menyesuaikan secara otomatis. hal ini sangat menyenangkan pelanggan, karena pelanggan tidak perlu logout dari PC nya, karena perubahan rate billing berlangsung otomatis.

-Lantai 3 = Di perbolehkan merokok, sekita 40 PC juga. Ada sistem pengeluaran udaha/ asap rokok keluar ruangan. Harga: sama seperti lantai 2.

Coba aja perkirakan pendapatan mereka dari 100 PC tsb. per hari dan per bulan.
Karyawan mereka sekitar belasan orang meliput: penjaga billing, teknisi, dan kantin. Dibagi 2 shift. (malam & siang).

Perkiraan kasar saya, kalau semua PC di pukul rata beroperasi 18 jam perhari, maka 1 PC akan menghasilkan sekitar Rp 42.000,- per hari. artinya, 100 pc x 42.000 = 4.200.000/hari.

Jadi omzet kotor perbulan 4.200.000 x 30 hari = 126.000.000,- per bulan.

Pengalaman saya datang ke warnet tsb, setiap kali saya datang, biasanya sekitar jam 23.00, selalu saja penuh dan ngantri sekitar 5-6 orang. Jika beruntung, setelah menuggu sambil berdiri sekitar 30 menit, baru bisa dapat komputer untuk dipakai browsing/ ngeblog.

Memang warnet tersebut ramai sekali, selain karena terletak di daerah yang ramai, buka 24 jam, peralatan komputer yang lumayan kuat seperti prosesor, motherboard, memory yang nggak tanggung-tanggung, juga monitor komputer yang memakai layar LCD. Hal ini sangat menyenangkan pelanggan yang bermain game, karena tampilan game sangat bagus. Kursi duduk juga bagus dan nggak membuat pantat pegal kalau duduk lama-lama.

Selain itu, yang lebih menyenangkan adalah harga yang murah jika kita datang ke warnet itu pada pukul 22.00 malam – 07.00 pagi.

Kita hanya perlu mengisi deposit kita, dan setelah login, deposit kita akan berkurang sesuai dengan rate jam.

Hal lain yang menyenangkan dari warnet tersebut, adalah selalu ada petugas kantin warnet tersebut yang berjalan-jalan di dalam ruangan setiap beberapa menit, dan kita sebagai pelanggan bisa langsung memesan makanan/ minuman, misalnya pesan: kopi, indomie telor, nasi goreng, dan sebagainya.

Setiap kali saya selesai dari warnet tsb pada subuh hari, saya lihat pada tong sampah warnet tersebut di lantai dasar, puluhan botol agua kosong dan 3-4 krat teh botol kosong/sprite/coca-cola/fanta dan minuman kalengan kosong.

Setelah saya pikir-pikir, kemungkinan pendapatan terbesar warnet ini berasal dari kantinnya. Kebetulan kantin mereka ada di lanti 2, jadi akses dari lantai 3 tidak jauh, dan pelanggan tidak perlu pergi keluar warnet untuk membeli makanan.

Pengalaman unik saya:

Saya pernah datang ke warnet tersebut pada pukul 5 pagi. Saya pakai komputer selama 1 jam, yakni sampai jam 6 pagi. Artinya biaya sewa warnet adalah Rp. 1.500 saja.

Tapi 15 menit pertama saya pesan indomie telor seharga 5.000 dan setelah itu supaya nggak ngantuk saya pesan kopi hitam kental seharga Rp 3.000.

jadi saya bayar sewa warnet rp. 1.500 dan bayar makanan Rp. 8.000. walah ….

Ternyata biaya yang saya keluarkan untuk makanan lebih besar daripada biaya sewa warnet saya.

Dari hal itu saya mulai menyadari, ternyata kantin di dalam warnet tsb merupakan salah satu mesin uang mereka. Selain pelayannya ramah, menu makana juga bervariasi, dan ada menu yang dimasak (jadi masih panas, seperi indomie telor, nasi goreng, roti panggang dll).

Kembali ke pertanyaan diatas, saya pikir, jasa warnet selain bisa digabungkan dengan jualan makanan/ minuman/ voucher, juga bisa di pakai untuk “kursus komputer”.

Biasanya pada pagi hari, pelanggan masih sepi. Bisa buat kursus komputer, misalnya ms word, excell, powerpoint dll yang di jual perpaket (dalam 12 kali pertemuan). Yang perlu disiapkan adalah tutor pengajarnya. Bisa kerjasama bagi hasil dengan si tutor.

Atau coba jalin kerjasama dengan sebuah sekolah, siapa tahu ada yang berminat. Buat harga kursus per paket harus agak miring.

Yang penting, komputer tidak nggaggur percuma karena komputer nggak ada yang nyewa, karena bisasanya kita harus bayar ke provider tetap perbulan.

Mungkin ini sedikit sharing dari saya, dan mohon maaf kalau comment saya terlalu panjang dan ada sedikit ‘curhat’nya. he..he… :)

Untuk rekan-rekan yang berbisnis warnet, …tetap semangat dan terus lakukan evaluasi dan inovasi layanan.

sukses selalu

Salam Jabat Erat

Simon
-panelbusiness.com-

franchise keren cafeos

3 Comments

slamet

Artikelx menarik, memberi inspirasi tersendiri walaupun usaha yg kita jalankan selain bisnis warnet, thanks mas Simon.

Reply
Icha

Mas simon, saya mau tanya. Kebetulan saya juga lagi buka usaha warnet, cuman karna warnetnya mau direnovasi (diperbaiki dalam hal fasilitas/dibuat sarana&prasarananya lebih bagus agar pelanggan lebih nyaman), saya mau minta tipsnya dong mas supaya pelanggan warnet saya betah main diwarnet saya. Fyi, saya nerusin ngurusin warnet yg tadinya dikelola sama kakak saya, cuman karna kakak saya sudah tidak bisa mengurusnya lagi, warnet tersebut diserahkan kepada saya. Kirim emailnya ya mas ke annisanurul232@yahoo.co.id atau icha6446@gmail.com

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *