UKM Sukses: Kedai Digital, Saptuari Sugiharto

Berbeda dengan generasi akhir 1990-an dan awal 2000-an yang umumnya terjun menjadi wirausahawan karena sulit mencari kerja akibat krisis ekonomi yang tengah melanda, generasi pengusaha muda berumur 20-an tahun saat ini tampak memiliki keyakinan diri yang lebih besar. Mereka sejak semula bersungguh-sungguh ingin menjalani hidup sebagai entrepreneur. Salah satu di antaranya adalah Saptuari Sugiharto. Lelaki berusia 29 tahun itu telah mulai berbisnis kecil-kecilan sejak kuliah di Jurusan Geografi Universitas Gadjah Mada. Tahun ini, ia terpilih sebagai runner-up Wirausahawan Muda Mandiri 2007.

Sejak masuk kampus UGM pada 1998, Saptuari telah mendambakan memiliki usaha sendiri. Sembari kuliah; beberapa usaha dijalaninya; mulai dari menjadi penjaga koperasi mahasiswa, penjual ayam kampung, penjual stiker, hingga sales dari agen kartu Halo Telkomsel. Lalu, pada 2004, ketika bekerja sebagai event organizer di sebuah perusahaan di Yogyakarta, mantan staf marketing Radio Swaragama FM ini terperanjat melihat antusiasme penonton berebut merchandise berlogo atau bergambar para selebriti. “Heran. Kenapa orang-orang begitu bersemangat mendapatkan kaus, pin, atau apa saja milik artis,” katanya. “Padahal, mereka bisa membuat merchandise apa saja sesuai dengan kemauannya.”

Bermula dari rasa heran itu, pada 2005 Saptuari mengambil langkah berani mendirikan Kedai Digital. Perusahaan itu bertujuan memproduksi barang-barang cendera mata (seperti mug, t-shirt, pin, gantungan kunci, mouse pad, foto dan poster keramik, serta banner) dengan hiasan hasil print digital. Waktu itu, ia bermodalkan uang sebanyak Rp28 juta; hasil dari tabungan, menjual motor, dan menggadaikan rumah keluarga.

Butuh waktu enam bulan bagi lelaki kelahiran Yogyakarta itu untuk memulai kegiatan Kedai Digital. Terlebih dahulu, ia mesti mencari mesin digital printing. Ia mendapatkannya (buatan China) di Bandung. Ia juga harus mencari tahu sumber-sumber bahan baku. Kemudian, ia harus mempersiapkan tempat usaha, menyusun konsep produk, dan merekrut para staf. Semuanya dilakukan sendirian.

Bisnisnya berjalan pelan tapi pasti. Ketika usahanya mulai stabil, Saptuari memberanikan diri merekrut desainer dari kampus-kampus seni yang memang tersedia cukup banyak di Yogyakarta. Untuk tenaga marketing, digunakan para mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang juga tersebar di kota itu. Target pasar Kedai Digital adalah para mahasiswa. Karenanya, menurut Saptuari, perusahaannya tak boleh main-main soal kualitas. Karena itu, ia mesti menggunakan desainer yang memiliki latar belakang pendidikan formal.

Pada tahun pertama, Kedai Digital telah berhasil meraih penjualan sebesar Rp400 juta. Tahun berikutnya, perolehan bisnis melesat menjadi Rp900 juta. Seiring dengan pertambahan outlet, revenue pada 2007 menembus angka Rp1,5 miliar.

Hingga akhir tahun silam, Kedai Digital telah memiliki delapan gerai di Yogyakarta. Salah satunya adalah Kedai Supply yang menyediakan bahan baku untuk kebutuhan produksi di seluruh outlet lainnya. Sementara itu, gerai Kedai Printing dikhususkan melayani pesanan produk-produk advertising seperti banner. Di luar Yogyakarta, Saptuari telah memiliki lima outlet lain (di Kebumen, Semarang, Tuban, Pekanbaru, dan Solo) melalui sistem waralaba.

Menurut Nur Alfa Agustina, Kepala Departemen MikroBisnis Group Bank Mandiri (penyelenggara Wirausahawan Muda Mandiri), di antara 500 peserta yang mengikuti lomba, Kedai Digital dinilai inovatif karena merupakan pelopor industri merchandise dengan metode digital printing di wilayah Yogyakarta. Untuk penilaian dari sisi bisnis, Saptuari mendapat nilai lebih karena bukan berasal dari keluarga pengusaha. Pendidikannya pun tak terkait dengan ilmu ekonomi. Lalu, karena melibatkan banyak mahasiswa dalam menggerakkan usahanya dan mengajarkan mereka soal entrepreneurship, lelaki bertubuh kekar itu mendapat nilai yang tinggi dalam penilaian aspek sosial.

Soal yang terakhir itu, Saptuari memang mengajak para pegawainya yang berperilaku baik untuk ikut memiliki saham di outlet-outlet Kedai Digital. Kini, telah empat kedai yang sahamnya ikut dimiliki para pekerja. “Saya tak mau mereka terus-terusan hanya menjadi pekerja. Mereka juga harus menjadi owner,” katanya.

Semangat wirausaha telah ikut disebarluaskan.

dikutip dari:

http://www.purdiechandra.net/gara-gara-purdi/2010/02/saptuari-sugiharto-kedai-digital/

sabun cair goats milk Aneila

16 Comments

kampungku

pak,saya shokhib didaerah jombang jawa timur, saya sangat tertarik dengan usaha di bidang advertasing ini.bagaimana cara bisa gabung sebagai mitra untuk daerah saya.modal yang harus dikeluarka berapa?..seperti yang saya ketahui bahawa seorang pengusaha harus paham betul dengan yang dijalani, untuk itu apakah disini juga menyediakan pelatihan atau yang sejenisnya. mohon penjelasan

Reply
rachman

salam kenal, perusahaan kami PT. blueray technologi menyediakan bagi para wirausahawan yg ingin membuka usaha di bidang cetak souvenir. kami ada beberapa paket dari harga 6 jtan- 29 jtan.
untuk lebih lanjut bisa hubungi rachman di 085780823432.
Margin keuntungan hingga 900%…TERBUKTI

Reply
yayat

P’ saya pekerja pabrik, bagaimana cara mulai usaha ini, lokasi saya didaerah cibitung, jabar

Reply
nur

sangat menarik!!!
saya ingin menjadi mitra dengan membuka outlet di daerah serang banten. bagaimana caranya, syarat-syaratnya? kiranya bisa diberikan penjelasan yg memadahi.
terimakasih.

Reply
rachman

salam kenal, perusahaan kami PT. blueray technologi menyediakan bagi para wirausahawan yg ingin membuka usaha di bidang cetak souvenir. kami ada beberapa paket dari harga 6 jtan- 29 jtan.
untuk lebih lanjut bisa hubungi rachman di 085780823432.
Margin keuntungan hingga 900%…TERBUKTI

Reply
agus indriyanto

salam,saya sudah lama mendambakan punya usaha sendiri, mengingat di kota saya ( pekalongan ) Jateng, belum begitu banyak orang yg menggeluti bisnis tsb.untuk itu bagaimana caranya memulai menggeluti bisnis ini ? karena pengetahuan saya tentang percetakan masih awam, mohon bantuanya,
terima kasih.

Reply
izakpiter matmey

wah bagus kisah perjalanan usahanya ya, bagi dong resepnya biar sama-sama sukses gitu. hahahaha………… mohon balasannya yach!

Reply
muhamad hakim

Saya sangat setuju atas pernyataan Pak SAPTUARI ….
MAHASISWA JUSTRU JANGAN SUKA NGELABUHI MASYARAKAT AWAM UNTUK DEMO …. MAHASISWA HARUSNYA MENJADI PANUTAN BAGI MASYARAKAT DALAM BERKREASI SEHINGGA AKHIRNYA BERSAMA-SAMA MASYARAKAT MEMBANGUN BANGSA YANG
KITA CINTAI INI …. MAHASISWA BUKAN HANYA UNTUK MENJADI ORANG BERGAJIAN … TETAPI LEBIH DARI ITU…DIA HARUS MAMPU MENGGAJI DAN MENGHIDUPI ORANG LAIN ( VERSI hakim09.wordpress.com B.BARU – KALIMANTAN SELATAN )

Reply
cantik

muhamad hakim: Sayasangatsetujuatas pernyataanPakSAPTUARI ….
MAHASISWAJUSTRUJANGANSUKANGELABUHIMASYARAKATAWAMUNTUKDEMO …. MAHASISWAHARUSNYAMENJADIPANUTANBAGIMASYARAKATDALAM BERKREASISEHINGGAAKHIRNYABERSAMA-SAMAMASYARAKATMEMBANGUNBANGSAYANG
KITACINTAI INI ….MAHASISWABUKANHANYA UNTUKMENJADIORANGBERGAJIAN … TETAPILEBIHDARI ITU…DIA HARUSMAMPUMENGGAJIDANMENGHIDUPIORANGLAIN(VERSIhakim09.wordpress.comB.BARU–KALIMANTAN SELATAN)  

Top markotop……
camkan tu nak……
ada Masiwa yg baca ga ya?

Reply
inovasimedia

GRATISSS !!!

JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN EMAS UNTUK MEMPROMOSIKAN PRODUK ATAU USAHA ANDA YANG AKAN DILIHAT OLEH LEBIH DARI 35 JUTA ORANG INDONESIA YANG ONLINE SETIAP HARINYA.

BURUAN TINGGAL 1 HARI LAGI GRATIS PASANG IKLAN PREMIUM, IKLAN BANNER DAN IKLAN TEXT LINK (TAYANG S/D 12 DES 2010)

HANYA DI http://WWW.INOVASIMEDIA.COM
MEDIA PROMOSI DAN IKLAN TERBESAR DI KOTA MEDAN

Anda dapat juga mengirimkan iklan melalui SMS ke nomor 085270205050 dengan menuliskan nama, email atau nomor hp anda, dan isi iklan anda.

Reply
yuanita siregar

saya sangat berminat dalam usaha kedai digital, bagaimana caranya agar saya dapat bergabung ? sementara ini modal dan daerah tempat saya tinggal masih kurang mendukung ?
saya ingin tau cara mendapatkan bahan – bahannya juga alat-alat apa saja yang sangat dibutuhkan .
terima kasih atas informasi sebelumnya

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *