Untuk apa belajar akuntansi? Ribet ah….

Untuk apa belajar akuntansi? Ribet ah….

Begitu komentar teman-teman pengusaha UKM sering saya dengar ketika saya menanyakan apakah sudah menggunakan sistem akuntansi yang benar. Memang, lebih mudah berdagang dengan cara biasa di pasar, hanya mencatat uang keluar dan masuk (buku aliran kas dan stok barang). Tidak dapat dipungkiri, teori-teori dan logika-logika akuntansi benar-benar membuat kriting rambut yang lurus, apalagi untuk teman-teman pengusaha UKM. Tentulah lebih mudah bagi para pengusaha itu untuk berdagang terus, daripada menghabiskan waktunya untuk belajar akuntansi.Namun, ternyata akuntansi mempunyai fungsi lain, selain fungsi kontrol dan panduan pengambilan keputusan pengembangan bisnis. Seperti yang dikutip dari artikel berikut ini:

Pentingnya Pencatatan Akuntansi bagi UKM

Informasi akuntansi mempunyai peranan penting untuk mencapai keberhasilan usaha, termasuk bagi usaha kecil (Magginson et al., 2000). Informasi akuntansi dapat menjadi dasar yang andal bagi pengambilan keputusan ekonomis dalam pengelolaan usaha kecil, antara lain keputusan pengembangan pasar, penetapan harga dan lain-lain. Penyediaan informasi akuntansi bagi usaha kecil juga diperlukan khususnya untuk akses subsidi pemerintah dan akses tambahan modal bagi usaha kecil dari kreditur (Bank). Kewajiban penyelenggaraan akuntansi bagi usaha kecil sebenarnya telah tersirat dalam Undang-undang usaha kecil no. 9 tahun 1995 dalam Undang-undang perpajakan. Pemerintah maupun komunitas akuntansi telah menegaskan pentingnya pencatatan dan penyelenggaraan akuntansi bagi usaha kecil.

Masih banyak usaha kecil menengah (UKM) yang belum menyelenggarakan pencatatan atas laporan keuangan usahanya. Akibatnya, mereka memang sulit mendapatkan kredit. Perlunya penyusunan laporan keuangan bagi UKM sebenarnya bukan hanya untuk kemudahan memperoleh kredit dari kreditur, tetapi untuk pengendalian aset, kewajiban dan modal serta perencanaan pendapatan dan efisiensi biaya-biaya yang terjadi yang pada akhirnya sebagai alat untuk pengambilan keputusan perusahaan.

Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah membentuk tim kerja untuk menyusun Standar Akuntansi Keuangan bagi Usaha Kecil dan Menengah. Hal ini karena keberadaan standar akuntansi keuangan (SAK) untuk usaha kecil dan menengah (UKM) sudah lama dinantikan. Penyusunan ini dengan mengadopsi draf International Financial Reporting for Small Medium Entreprise (IFRS for SMEs) yang telah diterbitkan pada Februari 2007. Adopsi yang dilakukan oleh DSAK-IAI akan lebih fleksibel, karena draf dari IFRS sangat kompleks.

Selama ini banyak dari UKM belum menyusun laporan keuangan karena ketiadaan standar akuntansi keuangan untuk UKM. Akibat hal itu perbankan menerapkan kriteria dan syarat penyaluran kredit yang sama antara usaha kecil menengah dan usaha besar, yang sebenarnya tidak tepat diukur dari kemampuan antarkeduanya. Terkait hal itu, Standar Akuntansi Keuangan untuk UKM sebagai infrastruktur UKM agar layak dari sisi peraturan bank harus berbeda dengan SAK non UKM.

Oleh : Lisa KS.

Namun, kini teman-teman pengusaha UKM tidak perlu terlalu rumit mempelajari Akuntansi hingga teori yang membelit rambut :), cara termudah untuk membantu usaha kita melakukan pencatatan standar akuntansi adalah dengan bantuan SOFTWARE yang sekarang banyak dijual dipasaran. Bukan saja pencatatan jadi teratur dan mudah, SOFTWARE juga mampu membuat laporan secara ‘real time’ kapanpun diperlukan. Tinggal pencet tombol, jadilah laporan yang siap dicetak…..

Rekomendasi kami untuk SOFTWARE murah dan terintegrasi, lengkap dan mudah digunakan adalah :

Software UKM yang bukan saja melakukan pencatatan akuntansi, namun juga terintegrasi dengan stok, penjualan real time yang mampu menangani ribuan transaksi per hari seperti yang terjadi di SUPERMARKET.


Originally posted 2010-04-07 11:43:56.

39 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.