gps tracker
Ahmadi Amrun March 30, 2021

Product/Brand Switching oleh Dania Setiabudi

Pada jaman dahulu kala..

Gak dulu dulu banget juga sih.. ??

Oke.. cerita dimulai. Saya pelanggan satu produk kesehatan. Sudah cukup lama. Bahkan ikut mereferensikan produknya ke beberapa temen for free, karena PUAS dengan produknya.

Beberapa tahun lalu, tampilan (KEMASAN) nya diperbaiki. Lebih bagus, aman, dan tahan lama. Peningkatan yang signifikan dan dapat diacungi jempol, karena harganya gak banyak berubah.

Belakangan, sekitar 2 bulanan ini kemasannya berubah lagi, PLUS ukuran atau isinya yang dikecilkan menjadi seperlimanya aja. Kemasan dengan size “normal” ganti dengan “new normal” yang mengecewakan. Kemasan barunya bagus siiih.. tapi…

Oke.. mari kita ulas 1 per 1.


1. Harga naik 2 kali lipat.

Yaa.. jika dihitung, kemasan baru tersebut, pelanggan harus membayar 2 kali lipat, TANPA adanya VALUE ADDED selain nambah SAMPAH PLASTIK! Akan berbeda jika kemasan yang baru adalah kemasan yang dapat dipakai lagi, misalnya pakai: stoples, kotak, atau kaleng.

2. Pelanggan loyal diabaikan.

Yup.. pelanggan yang sekaligus KONSUMEN langsung seperti saya, satu bungkus rata-rata habis dalam 1 bulan, kadang lebih cepat. Nilainya tidak ekonomis lagi jika harus beli berulang-ulang dalam sebulan.

3. Segmen Baru?

Coach Dania Setiabudi

Membidik SEGMEN pasar yang baru, bukan dengan langsung meninggalkan pelanggan lama. PRODUCT atau BRAND switching butuh proses. Biasanya antara 6 bulan sampai 2 tahun. Saat Anda menyalakan lampu ruang sebelah, tentunya jangan langsung mematikan lampu ruangan di mana Anda berada saat ini. Anda akan kegelapan. Ya klo lampu ruang sebelah OK, klo ternyata mati? Anda harus balik ke ruang sebelumnya, dan menyalakannya lagi.

4. Kompetitor.

Dalam bisnis, kompetitor tidak hanya produk yang sama, tapi juga produk SUBSTITUSI/PENGGANTI. Ini yang perlu dicermati. Pembeli/pelanggan BUKAN membeli produk, tapi membeli HARAPAN-nya. Manfaat apa yang dia harapkan dari produk tersebut. Dari Jakarta ke Surabaya, Anda bisa naik bis, pesawat, kereta api, dll. Artinya, pesawat tidak hanya bersaing dengan pesawat, tapi juga jenis transportasi yang lain.

Finally.. saya mencoba merk lain. Dan ternyata.. kurang lebih sama rasa dan manfaatnya. Harga sedikit lebih mahal, tapi isi lebih banyak. Maklum.. orang KEUANGAN ngitung dulu klo mau beli sesuatu.. ???

So.. kesimpulannya..
Apa ya? Disimpulkan sendiri aja yaahh.. ??

Btw.. gitu ajah. Udah lama gak posting tulisan. Udah hampir 2 bulan puasa sosmed. Semoga bermanfaat..

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.