Ahmadi Amrun May 7, 2021

Pintar vs Bodoh ala Bob Sadino

Terlalu Banyak Ide – Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

Miskin Keberanian untuk memulai –Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.

iklan mulai 010214 hingga 040314

Telalu Pandai Menganalisis –Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

 

Ingin Cepat Sukses –Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

Tidak Berani Mimpi Besar – Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.
Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi – Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.

Berpikir Negatif Sebelum Memulai – Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

Maunya Dikerjakan Sendiri – Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan – Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.

Tidak Fokus – Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

Tidak Peduli Konsumen – Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

Abaikan Kualitas -Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

Tidak Tuntas – Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

Tidak Tahu Pioritas – Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas – Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

Mencampuradukan Keuangan – Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

Mudah Menyerah – Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

Melupakan Tuhan – Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

Melupakan Keluarga – Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga

Berperilaku Buruk – Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diatas kakinya sendiri

 

By: Bob Sadino

9.5/
10

Average – 5441 Total votes

113 thoughts on “Bisnis Sukses: Jadilah Bodoh

  1. wahhh keren banget inspirasinya yah….^_^

    Bener banget nih om bob, kadang suka ketuker ya yang mana yang orang pinter dan yang mana yang orang bodoh. tapi yang jelas merasa bodoh adalah salah satu modal untuk menjadi pinter…. 🙂 betul betul betul???

  2. Bener itu memang bener, orang semakin pinter merasa dirinya semakin bodoh krn dia mengetahui kekurangan dalam dirinya sebaliknya orang sok pinter dan terus merasa pinter krn dia tidak mengetahui jika dirinya serba kekurangan…

    Cukup bermanfaat tulisan diatas…thanks banget.

  3. Puji Tuhan pak Bob anda memang orang bodoh yg sgt cerdas…contoh kebodohan itu menambah motivasi saya untuk segera berbisnis dengan cerdas,,karena ternyata sebenarnya orang pintar banyak yg lebih bodoh dari orang bodoh.
    bravo Bob Sadino GBU

  4. trimakasih atas inspirasinya. ini betul-betul dahsyat. Saya siap menjadi murid, kalau diizinkan. Saya ingin terima quotes berikutnya lewat e-mail saya.

  5. Salut buat Om Bob yang masih mau membagi ilmunya. Mudah2 an ini akan menjadi tabungan akhirat Om Bob: “Ilmu yang bermanfaat”. Amin.

  6. apabila seseorang itu behasil berdiri secara mandiri…itu pastilah orang cerdas tana harus memnadang papun latarbelakang pendidiknnya. walaupun dia tdk sekolah tp berhasil dia termasuk orang yg pintar dan kreatif….
    sebaliknya orang bodoh itu ya dlm hal kebaikn yg bermanfaat dia itu tdk sukses2 bisanya hanya korupsi dan membuat kerusakan hingga merugikan orang laen yg mereka bisa..

  7. trims om bob ni akan membuka paradigma baru kita tentang cara dasar usaha yg selama ini terabaikan oleh ego kepintaran kita……GBU

  8. om kayanya yang membedakan itu bukan dari tingkat kepintaran atau kebodohannya deh, tapi tingkat kemauan dan niatnya, karena terkadang orang bodoh butuh orang yang pinter, sebaliknya orang pinter juga terkadang butuh orang yang bodoh,, dan teringat nasehat guru kita sewaktu sekolah dasar, sperti ini’ “janganlah kita mau jadi orang bodoh karena kalo kita bodoh bisa dibodohin orang lain, dan sebetulnya didunia ini gak ada orang bodoh, yang ada adalah orang yang malas”

    hehehe
    article yang cukup membukakan mata juga om..
    bravoo… sukses untuk yang mau sukses….
    salam..

    gimana om

    1. Bung Ilman, anda betul DAN BENAR SEKALI, dan kami menangkap maksud wejangan Om Bob ini adalah: JANGAN JADI ORANG YANG MERASA PINTAR dan berlakulah seperti gelas kosong yang selalu siap diisi dan fokus pada tujuan……..hehehehehehe….
      Bravo bung Ilman!!

  9. Wah, tepat sekali. Bahkan bisa jadi saya termasuk orang bodoh. Sudah bodoh, berlagak kayak orang pintar (tindakannya spt org pintar) yang gengsi, mudah putus asa, dll.
    Ditambah lagi yang nulis Oom Bob, tambah ditampar nih mental gw!! Thanks artikelnya, manfaat banget!!!

  10. keren bgt…saya tersindir nih…talk only no action..mulai saat ini action besar untuk hasil yg lebih besar lagi…DO THE BEST..!!

  11. wah bener sekali….saya dulu gak pake analisa dalem – dalem memulai usaha, beberapa org pintar seputar saya malah banyak kasih analisa yang neko – neko dan kepinteran atas ide usaha saya and akhirnya malah meragukan usaha saya……wah masa bodoh…gak laku juga masih bisa dipake pribadi kok..hehehehe….toh usaha saya akhirnya jalan terus, gak pake gagal….ayo semangat jualan….

  12. oom kalau menurut saya mah yang membedakan atau pemberian gelar pintar dan bodoh nanti setelah hasil akhirnya…. jadi jika sama baru memulai kita sebut kindegarten… tukh kan tulisny salah …….

  13. Hebat om Bob, saya setuju banget atas apa yang om Bob utarakan dalam kata sangat dalem banget maknanya, jadi pengen memulai suatu usaha yang ada tantangannya.

  14. Koq baru sekarang ya saya nemu artikel ini. Pesan moralnya dalam banget, bagus untuk diamalkan.Memang kita asalnya bodoh. Mari kita gunakan kebodohan kita untuk menjadi pintar, untuk menjadi sukses, agar kita juga tidak dibodohi oleh kebodohan itu sendiri.
    Salam kenal semuanya.

  15. Keberhasilan, kesuksesan bisa diraih dengan niat yang kuat dan usaha yang maksimal (mental & Usaha) dan

    kita harus …

    belajar pintar ketika bodoh, dan
    belajar bodoh ketika pintar!

    belajar sakit ketika sehat, dan
    belajar sehat ketika sakit!

    belajar miskin ketika kaya, dan
    belajar kaya ketika miskin!

    intinya adalah …kita harus memiliki

    “MENTAL dan USAHA”.

    mental bodoh, mental sakit, mental miskin
    Usaha pintar, Usaha sehat, dan Usaha kaya.

    Sehingga kita tidak pernah
    tertinggal dan tertindas oleh zaman dan kemajuan.

    Jangan berharap hasil, tapi berKARYAlah dengan “JUJUR”

    ibnuamir@live.com
    08115702999

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.